Tuesday, November 07, 2006

tentang luka dan purnama

sesuatu yang menyakitkan, tapi tidak sampai membunuh,
justru akan membuatmu semakin kuat.


**quoted by unknown.

tidak, bukan tentang menye - menye saya. hihihi. bukan pula soal naek turunnya mood yang belakangan semakin ga jelas ini.

melainkan tentang semalam. iyah, semalam saya ke pantai, lagi. yuhuuuu, terima kasih ya, untuk teman-yang-nongolnya-tak-diharapkan, tapi ternyata mampu mengubah malam saya menjadi menyenangkan. menanggalkan kebetean, dan menyesatkan diri. tanpa rencana, pergi begitu saja. tanpa waktu, tanpa telepon genggam, unconnected dan hanya bersenang - senang.

sayang sekali, ditengah serunya saya lagi maen aer, tiba2, aw.. kaki saya terantuk sesuatu. saya kira tidak napa - napa, tapi setelah menyigkirkan benda terebut dan meneruskan perjalanan ke pangkalan helipad, knapa rasanya kaki saya senut2 dan kepala mulai pusing yah? duhhhh... akhirnya, setelah nemu tempat terang (karena sebelumnya emang gelap2an, hihi!)..saya baru bisa melihat ternyata kaki saya robek, dan berdarah. ah, tusuk sate siyalaann.

eh.. saya menyebut tusuk sate yah?! iyah, yang melukai kaki saya adalah tusuk sate!!!!

bukannya batu karang, bukan pula kulit kerang2 atau bulu babi, atau ubur - ubur, atau apa saja yang lebih keren untuk ukuran cidera di pantai. lah ini?! tusuk sate dan pantai?! hih..bener2 perpaduan yang payah!!

tapi klo diingat2, kondisi pantai2 disini juga memang sudah mengenaskan. bukan lagi diisi dengan pasir putih, dan laut yang masih biru. melainkan laut warna kecoklatan karena kotor dan pasir yang berwarna warni tercampur sampah. ughh..sedih.

klo sudah begini, siapa coba yang akan disalahkan? mo nyalahin pemerintah yang sudah melakukan reklamasi besar2an sampai membuat pantai yangs seharusnya cantik justru dipenuhi oleh bahan - bahan bangunan dan sampah yang berserakan? nyalahin pedagang asongan, knapa tidak dilokalisasi saja, jadi ga usah bikin kotor pantai dengan bungkus makanan? atau mau lagi - lagi berkaca, apa yang sudah saya lakukan untuk negeri ini? sudah buang sampah pada tempatnya kah? tidak sekedar protes ini itu, padahal do nothing.

eh, klo saya mikir gitu, berlebihan ga seh??

eniwei, selain tragedi tusuk sate, semalem memang benar2 menyenangkan. pernah ngeliatin bulan purnama di bentangan pantai serta pada pangkalan helipad, dan dua buah bale bengong yang langsung menghadap ke laut malam? bahkan lampu jalanpun tak mampu menyaingi terangnya rembulan. aw!

purnama dan purnama. bagaimana dengan pantai dreamland untuk berikutnya? dan pantai geger setelahnya? how dare are you?? *wink*

Monday, November 06, 2006

tentang hujan

.....
from: 0817066xxxx
to: 0908xxxx
06 november 2006.

denpasar hujan, akhirnya..kucium juga bau tanah basah yang kurindukan.

unsent.
.....


mungkin jika mampu, kamu adalah orang pertama yang kukabarkan tentang hujan pagi ini. mendung, abu - abu. dan rindu. iya, hujan selalu membawa anganku mengabur ke negeri entah berantah, dimana semua kenangan rapi tersimpan dalam kotak masa lalu. juga pada dunia yang tak pernah tua, geliat pikiran yang tak pernah selelai.

hujan. abu - abu. senja yang menghilang. mungkin sampai beberapa bulan kedepan. tapi bukankan ada dingin yang menggantikan?stop!

hujan. dingin. air yang melimpah. kebanjiran. anak - anak. tanpa perumahan. dimana mereka akan tiduran?stop!

hujan. tanah basah. persawahan. kekeringan. petani yang begitu menanti hujan. padi. panen yang menyenangkan. stop!

hujan. tanah basah. genangan becek. lumpur. lautan lumpur. tanggul jebol. pemukiman yang tenggalam. ratusan warga tanpa hunian. anak - anak. iyah, anak - anak yang terlantarkan. kemiskinan. pembodohan. stop!

hujan. abu - abu. asap tebal. kebakaran. kebakaran hutan. dan berharap hujan sampai pada negeri seberang. negeriku, kebakaran sudah jadi langganan.stop!

ah, ya..setidaknya bukan hanya cerita cinta yang ada di kepala.

hm, apa kamu juga seringkali mencumbui hujan seperti yang aku lakukan?

I know it's hard to keep an open heart
When even friends seem out to harm you
But if you could heal a broken heart
Wouldn't time be out to charm you

And when your fears subside
And shadows still remain
I know that you can love me
When there's no one left to blame
So never mind the darkness
We still can find a way
'Cause nothin' lasts forever
Even cold November rain....
**Gun N Roses - November Rain

Wednesday, November 01, 2006

tentang menjadi anak - anak

.....
+ tante, suami nenek adalah titik titik. kakek yah tante?
- *masih sambil makan* iyah.
+ trus tante, sesama tetangga harus hidup rukun titik titik agar damai berdampingan. hidup rukun apa tante?
- hidup rukun... hm, bentar, kak!
- *meletakkan piring dan mulai berfikir serius* hidup apa dong? yah hidup rukun dan damai?
+ kan udah.
- hidup bertoleransi? saling tolong menolong?
+ toleransi apaan seh tante?
- toleransi itu bla bla bla
+ jadi, harus hidup rukun apaan dong?
.....


saya dan keponakan cantik, rani. pada suatu akhir pekan. iyah, keponakan kecil saya, yang baru masuk TK, sudah mulai belajar untuk megisi lembar belajar di sebuah tabolid anak2. pelajaran untuk anak - anak tingkat SD. hihihi, itu yang saya lakukan pada kebanyakan akhir pekan. jika tak menemani mereka belajar, bermain rumah - rumahan, menggambarkan bunga2, mobil2an untuk diwarnai, pergi ke pantai dan berenang, yah saya akan membawanya ke taman bermain tengah kota.

kegiatan yang menyenangkan, karena apa yang kami lakukan hanya bermain, bermain, dan bermain. tanpa perlu memikirkan apapun, kecuali jam sekian sekian kami harus selesaikan permainan dan pulang ke rumah. ah, ternyata tetap saja kesenangan ada batasnya.

kembali ke akhir pekan itu, di sela2 saya dan kakak lagi nyante nonton tivi, sambil ngajarin rani mengisi lembar pelajaran. oya, pertanyaan itu adalah pertanyaan untuk pelajaran PPKN (atau PMP? atau..apalagi namanya?) untuk anak SD kelas 1. sebenarnya pertanyaan sederhana. tapi entah kenapa, saya tak menemukan jawabannya. sampai sekarang. hihi. sebegitu bodohkah? perasaan pas saya SD dulu, fine2 ajah ma pertanyaan2 kek gitu. menemukan satu jawaban, dan beres. tapi knapa skarang setiap kali ditanya, justru jawaban yang muncul jadi beragam adanya?

apa karena pikiran saya yang terlalu rumit? sehingga hanya untuk sebuah jawaban dari pertanyaan sederhanapun melahirkan banyak pertimbangan dan pilihan - pilihan?

.....
- kak, klo suami bunda sapa kak?
+ ayah dong.
- klo suami tante?
+ suami tante, hmm....TANDA TANYA!!!
.....


gubraksss!!!!