Sunday, May 24, 2009

memanggil nostalgi

terkadang untuk bisa merasakan hidup, manusia perlu merasakan sakit. seperti yin dan yang. prinsip keseimbangan.

kepergiaan ke jakarta memanglah seperti yang saya duga, dengan kejutan - kejutan yang akhirnya membuat saya semakin terhenyak, begitu banyak cerita yang tak bisa dirasa hanya melalui permukaannya saja.

hidup bukan hanya tentang cerita soal cinderella dan sepatu kacanya. bukan deretan film hollywood yang seringkali diakhiri dengan ciuman panjang dan ending bahagia. soalan film, kukira jepang atau perancis lebih realistis. hidup tak selalu berakhir bahagia.

perjalanan yang tak sengaja menjadi sebuah nostalgia akan cerita lama. ketika bertemu dnegan orang - orang dimana cerita berkaitan satu sama lainnya, dan pada satu hari, saya dihadapkan pada kesadaran, kekuatan yang saya miliki terkoyak, hancur lebur dan saya menemukan diri saya sedang berdiam sambil menangis. pada satu malam, di kamar seorang teman, saya menangisi kenangan.

saya biarkan airmata menelanjangi kesedihan yang selama ini saya sampaikan dengan diam. entahlah, mungkin memang lebih menyedihkan mengingat kenangan daripada ketika menjalaninya.

Monday, May 18, 2009

mendatangi jogja

ingatan tentang kota itu belakangan memang semakin menjadi - jadi, seakan panggilan yang enggan terganti oleh kesibukan tak jelas yang menenggelamkanku tanpa sisa. dan pembicaraan dengan seorang teman, pada perjalanan dari pantai kuta menuju pantai emperan satu mall sambil bertelanjang kaki, sesekali mengusir pasir yang membuat gatal di kaki.

bagaimana kalau kita ke jogja saja?

ah, ya. kenapa tidak?


maka perjalanan impulsif dan tanpa rencana jadilah sudah.

mendatangi jogja, buatku seakan sebuah nostalgia dengan kekasih lama. terakhir tiga tahun lalu aku kesana, tepat bulan mei. tiga tahun. aku semakin mengamini jika waktu tidak berjalan, melainkan terbang. wuzz.. dan tiba - tiba kami semua sudah ada disini. dan cerita tentang tiga tahun lalu tak ubahnya seperti mimpi, terpotong beberapa bagian, bahkan seperti tidak pernah terjadi.

dan memang begitulah jogja. ingatan tentang angkringan tak lagi sesederhana dulu. bukan tentang sekian ribu perak yang membuat kenyang, kenyataan lebih banyak kutemukan kesombongan. ini soalan gaya hidup, keangkuhan seakan menjadi yang berpunya.

keramahan tamahan pun adalah komoditi dagang, bisa diperjualbelikan. sedikit kecewa dengan bapak - bapak tua penarik becak, kami sengaja tak menawarnya, menyetujui seharga yang dia tawarkan. tapi pada akhir perjalanan, dengan dalih tak ada kembalian (padahal sebelumnya sudah jelas kami serahkan senominal itu), dia sengaja meninggikan bayaran.

oh, jogja. kamu kemanakan kota dalam kenangan?

tapi mungkin semua memang berevolusi. tak ada yang abadi. seperti perasaan pada kekasih lama yang entah sudah terselip dimana. rasa hangat hanya menggelitik kadang - kadang, karena selanjutnya masing - masing akan tersadar, bahwa kami hidup pada kenyataan, dimana perubahan tidak terelakkann.

Thursday, May 07, 2009

vacation series

tidakkah hidup terlalu singkat untuk terlalu banyak diisi dengan pertimbangan haruskan kita bersenang2 dan berpetualang?


mungkin semakin saya tua, semakin saya tidak peduli tentang banyak hal. semakin saya malas untuk berfikir dan membuat pertimbangan. semakin saya memilih untuk menikmati hidup sebagai detik ini saja.

lembongan, jogja, jakarta, ubud.

hidup adalah perjalanan tanpa kata pulang. mungkin saya bisa berputar kembali ke tempat dimana saya pernah berada, tapi bukankah semua tak lagi sama?