.....
+ bla bla bla.. this leave me one question, apakah kamu adalah wanita baik - baik?
- menurutmu, apa definisi wanita baik - baik?
+ wanita baek2 itu adalah wanita yang bla bla bla bla.
- jadi, itu adalah pertanyaan retorik yang jawabannya berasal dari pikiran kamu. you decide...
.....
dan seberapa sering kita menentukan standarisasi orang lain dengan bertolak pada apa yang menjadi standard kita? dan berapa sering kita mengira paham akan sesuatu, hanya karena sesuatu tersebut, kita kira sama dengan apa yang kita pikirkan? (nana ever said it before)
dan saya, apakah wanita baek2? you decide...
hanyalah barisan coretan yang membentuk kata, lalu berakhir pada cerita, tentang seseorang yang belajar untuk dewasa dalam dunia kekanak-kanakannya.
Thursday, January 18, 2007
Monday, January 15, 2007
tentang fase pembelajaraan
lo pernah sedih na?
ngerasa sedih? pernah lah. keren-keren gini eke kan manusia.
pernah ngerasa bodoh?
ngerasa bodoh? pernah juga. penting untuk tau kalo eke masih harus terus belajar.
**pembicaraan yang-tumben-agak-serius dgn nana. pis na, jangan minta royalti. udah susah, masa suru bayar royalti pulak? :P
kebodohan berbentuk seperti asap, uap air, kabut. da ia beracun. ia berasal dari sebuh tempat yang namanya tak pernah dikenal manusia. jika ingin menemui kebodohan maka berangkatlah dari tempat dimana saja di planet biru ini dnegan menggunakan tabung roket atau semacamnya, meluncur ke atas secara vertikal, jangan pernah sekalipun berhenti. gapailah gumpalan awan dalam lapisan troposfer, lalu naiklah terus menuju stratosfer, menembus lapisan ozon, ionosfer, dan bulan - bulan di planet yang asing. meluncurlah terus sampai ketinggian dimana gravitasi bumi sudah tak peduli. arungi samudra bintang gemintang dalam suhu yang dingin yang mampu meledakkan benda padat. lintasi hujan meteor sampai tiba di eksosfor- lapisan paling luar atmosfer dengan bentangan selebar 1.200 kilometer, dan teruslah melaju menaklukkan langit ketujuh. kita hanya menamakannya langit ketujuh sebagai gambaran imajiner tempat tertinggi dari yang paling tinggi. di tempat asing itu, tempat yang tak 'kan pernah memiliki nama, di atas langit ketujuh, di situlah kebodohan bersemayam.
**Laskar Pelangi (p. 103 - 104 )
ngerasa sedih? pernah lah. keren-keren gini eke kan manusia.
pernah ngerasa bodoh?
ngerasa bodoh? pernah juga. penting untuk tau kalo eke masih harus terus belajar.
**pembicaraan yang-tumben-agak-serius dgn nana. pis na, jangan minta royalti. udah susah, masa suru bayar royalti pulak? :P
kebodohan berbentuk seperti asap, uap air, kabut. da ia beracun. ia berasal dari sebuh tempat yang namanya tak pernah dikenal manusia. jika ingin menemui kebodohan maka berangkatlah dari tempat dimana saja di planet biru ini dnegan menggunakan tabung roket atau semacamnya, meluncur ke atas secara vertikal, jangan pernah sekalipun berhenti. gapailah gumpalan awan dalam lapisan troposfer, lalu naiklah terus menuju stratosfer, menembus lapisan ozon, ionosfer, dan bulan - bulan di planet yang asing. meluncurlah terus sampai ketinggian dimana gravitasi bumi sudah tak peduli. arungi samudra bintang gemintang dalam suhu yang dingin yang mampu meledakkan benda padat. lintasi hujan meteor sampai tiba di eksosfor- lapisan paling luar atmosfer dengan bentangan selebar 1.200 kilometer, dan teruslah melaju menaklukkan langit ketujuh. kita hanya menamakannya langit ketujuh sebagai gambaran imajiner tempat tertinggi dari yang paling tinggi. di tempat asing itu, tempat yang tak 'kan pernah memiliki nama, di atas langit ketujuh, di situlah kebodohan bersemayam.
**Laskar Pelangi (p. 103 - 104 )
Thursday, January 11, 2007
tentang sang pemimpi
karena itu adalah mimpi. dan sampai kapan kamu akan berkubang didalamnya?
namaku sang pemimpi.
tentu saja, kamu tau tanpa harus bertanya. aku hidup di negeri segala ada. dimana kebahagiaan ditawarkan sedemikian rupa. kamu mau apa, tinggal berkata, dan semuanya akan tersedia. dalam hitungan sekejap mata, mengubur semua duka dan air mata.
pernah kulihat sepasang merpati sedang bercengkerama. entah, mungkin karena salah satu diantaranya tak setia, yang lainnya dirundung duka. mukanya pucat pasi tak lagi menawan untuk digoda. lalu kukatakan padanya, kesini, kesini, kubawa kau pada negeri segala ada. dimana disana kamu masih bisa merasakan kalian sedang bersama - sama, mengulang cengkrama beriringan canda. masih kurang, tanyaku? maka akan kuselimuti selimut cinta yang tak ada habisnya. dan kesetiaan yang berbatas segaris dengan fatamorgana. apa saja yang bisa membuatmu bahagia.
sedang tak pernah kukata tentang merpati lainnya. yang sedang terbang tinggi bersayapkan cinta. untuk apa? kenyataan tak selalu enak untuk dirasa. meski belum tentu dia bahagia. karena suatu hari setelahnya, diapun pernah datang menghampiriku, untuk meminta peta kesana. katanya, hatinya masih kamu bawa. tentu saja sekilas itu menyenangkan, kalau saja dia tak lagi ingin mendapatkannya. tak kukata padamu, pun padanya, karena disini tidak menawarkan apa yang tak dipinta.
aku sang pempimpi.
tentu saja, kamu tau tanpa harus bertanya. aku hidup di negeri segala ada. tak hanya tentang merpati dan tetek bengeknya, pun tentang keinginan lain yang tak pernah menjadi nyata. anak - anak dengan cita yang kandas termakan realita. mimpi mereka tentang sekolah ketika kesulitan ekonimi mendera. lalu seorang lelaki dengan idealisme tentang kehidupan yang sempurna, untuk sebuah negara yang sedang dirundung lupa. apa saja. tentang sesuatu yang menyenangkan, karena itulah aku ada. berbatas tipis dengan harapan, dan berbanding terbalik dengan kenyataan.
aku sang pemimpi.
dari negeri segala ada. siyallah merpati yang meminta peta, karena aku tersebar dimana - mana. pada keingkaran akan sebuah realita. pada sudut hati yang memilih terlena, dan pada mata yang hanya tertuju pada fatamorgana. pada angan akan kebahagiaan yang tak ada wujudnya.
inspired by:
negeri segala lupa-nya kutu, pembicaraan pagi dengan ibu ini, obrolan malam dengan non ini, dan pelukan ternyaman lelaki penebar ilusi.
Subscribe to:
Posts (Atom)