Friday, May 20, 2016

catatan perjalanan : berkejaran dengan waktu


Pada hari yang sebentar lagi gelap, setengah berbisik, kusebutkan namamu. tidak, kita tidak sedang berbincang bercengkerama tertawa-tawa, kita sedang bersaing dengan waktu yang akan menenggelamkan semuanya. kita berharap banyak, berharap cahaya akan tinggal lebih lama, sehingga aku bisa melihat wajahmu, dan kamu bisa menatapku. kita berharap malam tak segera datang, lalu kita harus beranjak berlawanan. kita berharap waktu berhenti, sehingga ketika aku melongok keluar jendela, dapat kulihat wajahmu menanti. 

.

.
kita berharap, kenangan akan tinggal lebih lama. selama matahari pagi yang masuk perlahan dari balik jeruji. membangunkan aku, kamu dan perasaan ini. 


**) museum stovia, 20 mei 2016.

Monday, May 02, 2016

catatan perjalanan : pulang



apa yang paling kamu rindukan dari sebuah kata pulang? rumah untuk berteduh, atau tatapan mata yang tak bosan mempertanyakan alasan untuk setiap tetes peluh yang luruh? sedangkan pada setiap jengkal yang kita tinggalkan, waktu adalah sebuah keniscayaan. masing-masing kita berjalan ke depan, meski tak bersamaan. lalu, yang tertinggal adalah potongan fragmen yang sebentar lagi kita namakan kenangan.
.

.
untuk siapa, untuk apa sebuah perjalanan dilakukan? untuk mencari jawaban, atau hanya mengusir kebosanan? untuk masa muda yang penuh keangkuhan? untuk sebuah petualangan? untuk mencarimu, di situ? sedangkan aku dan kamu sama-sama tahu, kita melangkah dalam kesendirian. sesekali, mungkin sesekali, namamu kulafalkan, hanya untuk menggenggam ingatan. 

.

.
apa yang kamu rindukan dari sebuah kata pulang? saat bertahun-tahun kemudian, beginilah yang kita tinggalkan. acak, dan berserak.


**) pulau untung jawa, maret 2016.

Sunday, April 17, 2016

Ghandar : 6 years old


Oh hey ho, happy birthday! 
Little gentleman is turning six today. 
Be happy the apple of my eye. 
Walk walk walk so far away. 
Live your life adventurously!

dear G,

semakin besar usiamu, tidakkah kamu sependapat denganku, bahwa dunia memang sesuatu yang ajaib dan penuh kejutan setiap harinya?

aku menemukan keajaiban itu padamu. pada tatapan pertama yang langsung membuatku jatuh cinta, pada rengekan yang meski tak pernah bisa kumaknai, telah membuatku luluh hati. pada tangan mungilmu yang menggapai acak, hingga genggaman tanganmu yang erat enggan beranjak. keajaiban pada langkah terseok sebelum akhirnya berdiri tegap hingga esok. pada kata pertama yang tak lagi kuingat itu apa, serta deretan cerca setelahnya.

aku melihat kejutan-kejutan yang membahagiakan pada dirimu, yang selalu hadir dengan pertanyaan telak yang seringkali membuatku terhenyak. pertanyaan bertubi-tubi yang terceletuk tiba-tiba, seperti sebuah todongan untuk selalu bisa menjawabnya. meski tak jarang juga, kita sepakat untuk membiarkannya terbuka, terbuka untuk segala kemungkinan yang ada.

begitulah G, enam tahun aku lahir sebagai ibu, dia sebagai bapak, dan kami berdua tumbuh bersamamu. kita bersenang-senang bersama, kita belajar bertiga.

kita belajar tentang kecewa, kita belajar bahwa ada beberapa hal yang memang tak bisa dipaksa, kecuali diterima dengan lapang dada. kita belajar tentang sedih, tentang air mata yang keluar setelah dada kita tak sanggup menahan sesak yang perih. kita belajar tentang marah, dan bagaimana agar hal itu tak membuat kita salah arah. kita belajar memaafkan, kita belajar dari kesalahan. kita belajar untuk bangkit, dari kegagalan yang pahit.

dear G,

terima kasih banyak. terima kasih banyak untuk terlahir seperti ini. terima kasih banyak untuk hadir mengajari kami. terima kasih untuk keajaiban dan kejutan yang selalu kamu beri. terima kasih untuk rasa sayang yang semakin besar setiap hari, kini hingga nanti.

~dengan penuh cinta, dan genggaman erat sepanjang masa.