Tuesday, March 11, 2008

tentang mencicipi bahagia

And what I can't figure out is, are you running towards something you want? Or are you running away from something you're afraid to want?

christopher on maid in manhattan.


uhuk uhuk.

libur 3 hari nyepi, dan tak ada yang saya lakukan kcuali mencoba menghabiskan eldest, buku kedua dari eragon, 400 halaman dari 750an halaman. nyepi kali ini aneh, melihat anak-anak pada bermain bola ketika jalanan lengang. tidakkah ini nyepi? atau hanya tradisi yang tergerus oleh jaman yang tertransisi?

kebosanan yang sangat bosan. berakhir di minggu petang, 5 jam obrolan ringan di batujimbar sanur, untuk teman baik yang ulang tahun kesekian ( sengaja tak ada angka, karena masih ada traktiran berikutnya, haha) dan semalam, tak sengaja nonton satu adegan maid in manhattan, disela ativitas mengurus cucian. saya tidak suka jennifer lopez benernya, seperti saya tidak suka dewi persik. tapi apa daya, di kos hanya ada stasiun tivi lokal, tanpa tivi kabel untuk pilihan lainnya.

memikirkan rencana untuk pulang, ke rumah orang tua, bukan rumah saya. menyebutnya pulang, karena disitu sebagian hati saya berada, dan menyebutnya pulang juga, ketika saya berpamitan dari sana. dan pertanyaan yang akan sering didengar, ketika usia yang katanya, bukan kata saya, semakin tua. tentu saja soalan kapan mengakhiri masa lajang, ketika saya pikir baru saja mulai bersenang-senang. mau tak mau jadi menyambung-sambungkan, quote itu dan suasana hati. benarkah bahagia sebegitu menakutkan? takut untuk bahagia, atau sebenarnya takut untuk kehilangan kebahagiaan?

karena memang lebih baek untuk tidak memiliki, daripada harus merelakan sesuatu itu direnggut kembali. omong kosong. karena buat saya, lebih baek pernah mencoba dan sakit hati, daripada tidak sama sekali. everything happens for a reason. yes?

19 comments:

eva said...

nah mbak, sayah setujuh sanget dengan poin yang paling akhir.. lebih baik pernah mencoba, dan kemudian, entah sakit hati, entah patah semangad, entah gagal, entah mengentah, daripada tidak pernah sama sekali.

never say never! ;)

jadi kapan undangannya mbak?
*ngacir* :D

Hedi said...

hihihi mirip sebuah buka berjudul lari dari kebebasan...dikejar justru kesannya kita menjauh :D

stey said...

sama..saya juga sedang berusaha mencoba dan walopun besoknya saya harus sakit, tapi at least saya punya keberanian mencoba..

venus said...

lhaaaaa.....someone's gonna get married. welcome to the club, then :D

iman brotoseno said...

Ada petikan dalam film LOVE IN THE COLERA TIME,...
dia bilang, " Pernahkan kita mengganggap cinta sebagai anugrah saja, walau tidak bermakna apapun. Anggap saja Alpha dan Omega. Hanya awal dan akhir saja ".
Mungkin definisi bahagia hanya awal dan akkhir saja. Tak perlu tahu cara dan jalannya.

* Maybe

icozya said...

tapi kayaknya si mbak, masih menikmati kehidupannya sekarang, so why so hurry??
nikmatin aja mbak

devari said...

welcome to jungle dew
(jadinya kapan?) hehehe

Mbilung said...

yes. eldest lebih seru dari buku pertama. dan mungkin babak baru yang masih dihindari juga lebih seru dari yang sekarang. yes?

Arie said...

Setuju sama paragrap akhir Wi ....

lamanday said...

alkemis bilang, orang bahagia adalah orang yang membawa tuhan dalam dirinya

edratna said...

Bahagia...definisi bahagia ini memang tak semua orang sama. Tapi benar tuh mbak, bahwa lebih baik kita mencoba...dengan mencoba kita bisa merasakan, apakah kita bahagia, lebih bahagia tau malah kita merasa tak nyaman...

Rasanya orangtua zaman dulu malah tak mikir yang ruwet-ruwet ya, langsung aja mencoba....

aprikot said...

everything happens for a reason, yes?

bagaimana klo begini buw: for everything happens there is a purpose....jadikan bahagia itu tujuan bukan alesan? ;)

leksa said...

..lebih baek pernah mencoba dan sakit hati, daripada tidak sama sekali. everything happens for a reason. yes?..

NO...

Kadang mencoba bukan urusan ya atau tidak pada akhirnya..
karena "proses dalam mencoba" itu yang tepenting ..:D

pembenaran... :p

crushdew said...

mencicipi kebahagiaan? wow..pilihan katanya...

puput said...

paragraf terakhir
BIG YES, sister

me too, have been there

bukan winardi said...

cie cie mbok dewi yang mau merit ni yeee ... jangan lupa undang - undang saya ya mbok. awas saya ngga diundang ama mbok dewi hehehehe ...

leonardo said...

Sebuah kotak tertutup, tidak bisa diketahui isinya kalau belum kita buka.

Lain cerita kalau situ detektif.

Detektif bisa tahu isi kotak tersebut tanpa membukanya.

Everything happens for a reason.

So, why dont we just open our own box?

Even it fill with sadness or happiness, its, no matter what, is ours. Right?

-tikabanget- said...

ehem..
kalo trauma gimana mbak?

Koko said...

Happiness is a state of mind..lebih baik memiliki tapi seperti menggenggam pasir. Dengan lembut dan tidak terlalu erat.