Monday, December 14, 2015

mama penyihir



suatu hari saya bertemu dengan seorang teman, lalu dia bertanya : "how does it feel become parents of 5 years old boy?" 

and all I could say was, "it's getting harder when he gets older." 

kalau dulu ada istilahnya terrible two dimana G bakalan bilang tidak terhadap apapun yg dikatakan padanya, punya anak umur 5 tahun kayaknya jadi melihat terrible two menjadi hal yang kecccciiiillll... ya ya ya, kita memang cenderung melihat sesuatu itu jadi kecil ketika sudah berhasil melaluinya.

tapi memang begitulah, menjadi orang tua dengan anak usia 5 tahun memang ada enak ngga enaknya dibanding punya anak 2 tahun. bagian enaknya, ngga harus dijagain. hahaha, ya paling sekarang nonton tivi masih ditemanin, tapi anaknya sudah mulai canggih untuk bisa keluyuran sendiri meski hanya ke beberapa rumah di satu gang. enaknya lagi anaknya sudah bisa diajak diskusi, kenapa kita sekolah disini dan kenapa tidak di situ? apakah bulatan marka jalan itu kayak bulan, yang bersinar karena pantulan lampu? kenapa dinosaurus tidak ada lagi di sini?

seru sih, emaknya harus belajar banyak tiap ada pertanyaan yang belum ada jawabannya. tapi tapiiii... tunggu dulu! bagian ribetnya belum diceritain.

kalau dulu jaman terrible two (or rathen till 3,or 4?) mungkin dia hanya berkata "tidak!", tapi sekarang mulai mendebat dan mempertanyakan apapun yang dikatakan ke dia. kenapa aku harus cuci muka jam 9 kalau aku tidur jam 10? kenapa aku harus mandi pagi kalau aku libur? kenapa aku begini dan kenapa kamu begitu?

okelah, bagian itu masih lebih mending. keusilannya juga makin menjadi-jadi. he tends to do something that he's prohibited to do. yaaaaa...ini kecenderungan emak bapaknya juga sih, suka melakukan hal-hal yang dilarang. tapi tapi, ini anak umur 5 tahun! bukan sesuatu yang gimana-gimana, ini cuman basic untuk interaksi, misal : jangan suka merepotkan orang lain. dan dia melakukan sebaliknya dong.

contoh ya, dia sengaja untuk membasahi rambutnya dan meneteskannya di..LUAR KAMAR MANDI! atau, dia sengaja gabruk-gabrukin sepatunya di teras. SEPATU. YANG. PENUH. TANAH. dan sebagainya yang bikin naik pitam emaknya. akibatnya, dr libur 4 hari weekend lalu, dia lebih sering diomelin. :D

apakah berubah? YES. tapi ujungnya pas lagi santai nonton tivi, dia bilang "itu mama, yang baju ungu. mama kan penyihir. karena suka marah-marah."

hm.

hmmmmm...

pernah patah hati ditinggalin pacar karena "kamu terlalu baik untukku."?

ini rasanya lebih dari itu. dibilang mama penyihir oleh anak sendiri itu huft banget.

the worst thing for being parents mungkin adalah merasa tidak disayangi, atau mendengar anak tidak menyayanginya. dan ini sebenarnya sudah saya dan suami persiapkan sejak dini, untuk tidak berharap apapun, bahkan berharap anak akan selalu nurut sama orang tuanya pun tidak (tapi ini mungkin nanti, jika dia sudah sudha cukup umur untuk menentukan pilihan hidupnya)

kami ingin membebaskan G, tidak membebaninya dengan suatu keharusan untuk melakukan ini itu. mungkin karena kami tidak ingin terjebak pamrih, mungkin.

tapi mendengarnya bilang mama penyihir itu, antara sedih, sebel dan pengen ketawa. even if I'm ready for the worst thing if our love doesn't match his expectation, tapi kok ya masa musti dengernya sekarang. :)))

tapi ya tapi, anak-anak itu seringkali tidak memahami apa yang dia katakan. belum tentu apa yang dia katakan, sesuai dengan maksud yang kita tangkap. hal-hal seperti itu. dan karena memang kami ingin menjalankan keluarga ini secara kasual, jadi yasudahlah ya..mama harus sok cool dan tetap kepala dingin sambil perlahan-lahan membela diri dengan penjelasan-penjelasan. mari kita sama-sama belajar, nak. kenapa aku begini, kenapa kamu begitu.

toh ngga lama, anaknya tetap manja dan nguyel-nguyel mama penyihirnyaaa.. :D

3 comments:

nunik rahmawati said...

aku juga ngerasain mbak, ponakan mendadak sudah besar :)))))

satu sisi seneng karena sudah bisa diajak interaksi, tukar pikiran dsbnya tapi kalo udah ngeyel, ampun dah :))))

Dewi Kartika Rahmayanti said...

Mbak Nunik : itulah, makin gede makin ngga mau nurut. tapi kita pun demikian kan? :D

IBU ENDANG WULANDARI said...

Pengakuan tulus dari saya sendiri IBU ENDANG WULANDARI .saya mau mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga,serta dan rasa kagum yang setinggi-tingginya kepada KI KANJENG DEMANG,saya kerja sebagai PEMBATU HONGKONG selama 9 tahun di HONGKONG ,dengan gaji lebih kurang 2.jta 5000.ribu /bln,tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,apalagi setiap bulan harus mengirim uang dikeluarga di jawa barat, sudah lama saya mengetahui roomnya ini, juga sudah lama mendengar nama besar AKI, tapi saya termasuk orang yang tidak terlalu percaya dengan hal seperti itu, jadi saya pikir ini pasti kerjaan orang iseng tetapi kemarin waktu pengeluaran, saya coba2 pasang angka 6D benar2 tidak percaya dan hampir pingsang,angka yang di berikan KI KANJENG DEMANG ternyata fositip tembus, awalnya saya coba2 menelpon, saya bilang saya terlantar di HONGKONG, tidak ada ongkos pulang,terus beliau mebantu kasih angka 6D, lansung saya disuruh mendaptar jadi member mulanya saya tidak percaya, mungkin angka ini keluar, tapi dengan penuh pengharapan saya pasangin kali 100 lembar, sisa gaji bulan ternyata tembus….!!!sekali lagi terima kasih banyak KI KANJENG DEMANG, saya sudah kapok kerja jadi pembantu,rencana minggu depan mau pulang aja ke jawa barat,,buat AKI,saya tidak akan lupa bantuan dan budi baik AKI. yng berminak ingin minta angka goib silakan hubungi KI KANJENG DEMANG Di Nomr ini 081-234-666-039 terima kasih....????>>>ATAU KLIK DISINI