Thursday, January 04, 2007

tentang nilai

mungkin kamu cuma perlu satu orang untuk meruntuhkan dunia kamu. tapi, berapa banyak orang laen yang akan turut runtuh bersamanya?


karena kita tidak pernah menyadari, seberapa penting keberadaan kita untuk orang laen. seperti orang lain yang tidak pernah menyadari, seberapa penting keberadaan mereka untuk kita.

kamu. saya. orang - orang yang terlupa. dan tercatat di kepala.

tentang curhatan

sebenarnya, pikiran saya sedang buntu. sedang jenuh. dan sedang terserang virus malas. merasa bodoh. dan tak kreatif. berkali kali saya membuka blogger dan mencoba posting, tapi hasilnya? selalu saja berakhir dengan saya klik close, karena sampai detik terakhir tidak juga saya menemukan sesuatu untuk dituliskan, dan waktu sudah menunjukkan jam 5, harus pulang. saya katakan harus, karena di kantor baru saya yang kecil ini tidak ada office boy yang stand by untuk menunggu karyawan2nya lembur. pun saya tidak pernah mau diserahin kunci kantor, in case kalau saya mau lembur dan bekerja dengan tidak terburu2.

sebenarnya alasan saya untuk tidak mau menerima kunci kantor ada dua. pertama, saya menyadari sepenuhnya bahwa saya ini punya bakat untuk menjadi workaholic. apalagi ditambah dnegan fasilitas internet unlimited seperti ini. pengalaman di kantor sebelumnya, yang meperbolehkan karyawannya untuk lembur sampai jam 10 malem, seringkali saya pulang ke rumah paling tidak jam 7 malem atau menunggu sang office boy menutup pintu gerbang. entah itu karena memang benar- benar bekerja, atau memanfaatkan fasilitas yang ada.

alasan kedua, saya ini tidak suka ditinggalkan, apalagi menjadi paling belakangan. meski dari kecil, saya memang sudah mengakrabi kesendirian, dan sering merasa frustasi dengan hingar bingar, tapi saya tidak suka ditinggalkan. karena sayalah yang memilih kesepian.

dan sekarang, melihat keadaan sekeliling saya, lagi - lagi saya merasa putus asa. tak berguna. dan seperti tak berpengharapan. kemana diri saya ? yang begitu semangat menggenggam cita - cita, atau berlomba mengejar mimpi yang sempat terlupa? apakah keyakinan akan luntur terbentur pada realita?

teman saya pernah berkata, mungkin karena saya memulai terlalu awal, dan berjalan dengan terburu - buru. maka ketika orang - orang di sekitar saya sekarang sedang semangat - semangatnya berkarya, saya justru sedang melaju turun seakan sudah melalu momen - momen yang mereka rasakan. saya masih punya mimpi, yang entah sampai kapan karya itu akan terselesaikan.

baru menjelang 24 tahun. dan saya sudah kelelahan. sepertinya memang saya memerlukan liburan.. fewh!

Tuesday, January 02, 2007

tentang awal hari

from: +6281794xxxx
to: +62817066xxxx
31 Dec 2006

selamat tahun baru yah. resolusi tahun ini apa?

-received-


resolusi? hm, begini saja. gimana kalau kita jalani hari dengan janji yang memang bisa ditepati. sekali kali mungkin memang perlu mengikat diri, tapi aku lebih memilih untuk membebaskan pikiran dan mengepakkan sayap untuk terbang tinggi.

karena waktu itu terbang, dan tak pernah berkompromi untuk menunggu ketertinggalan. ataupun menerima penyusaian - penyesuaian yang dibuat atas dasar permakluman untuk sebuah kesalahan. mungkin akan terdengar kejam, tapi aku memilih untuk tak menjanjikan sebuah keinginan. pun perbaikan atas apa yang terlewatkan.

selamat hari ini. dan mimpi - mipi yang terus saja akan berganti.