Sunday, April 08, 2007

tentang nikmat semata

dan beginilah jika kebosanan tenggelam oleh kesenangan kesenangan, mungkin tak berlangsung lama, tapi setidaknya telah mengentaskan otak dari rutinitas yang membuat semua nikmat menjadi hal yang biasa saja.

jatiluwih, tabanan. jumat paskah. dan selamat hari raya paskah untuk yang merayakan ;)


sungai ayung, rafting. sabtu.


menapaki kenangan. minggu.


kediri, tabanan.


halhal sederhana,


dan orang orang yang membuat segalanya menjadi lebih indah.


**hey, thanks for the trip, guys!!

Thursday, April 05, 2007

tentang pesan tertinggal

hari - hari yang panjang, dan sepertinya memang tahun ini saya akan memerlukan lebih banyak energi untuk meloncat loncat, mengesampingkan fakta bahwa semakin tahun saya semakin menua. yah, kita kesampingkan saja usia. seperti pertanyaan seorang teman, tidakkah tua terlalu menyeramkan?

sebenarnya banyak yang rencananya saya lakukan bulan ini. tidak hanya bulan ini mungkin, karena saya merasa saya ini pemalas periodik. hanya dalam batasan waktu saya akan lelah dan lalu akan sangat merindukan tempat aman. tapi itupun tak akan bertahan lama, karena lama sedikit sudah membuat saya bosan, lalu meloncat loncat lagi, sampai saya lelah, dan begitu terus selama saya muda, berulang ulang. makanya tak jarang saya mengeluhkan hal yang sama, lalu sampai dengan muncul satu ultimatum. menikah saja. hahaha. sepertinya penyelesaian yang akan menyenangkan banyak pihak bukan? saya kira begitu. tapi nantilah saya pikirkan hal itu. bukankah saya katakan saya ini pemalas periodik? saya malas memikirkan tentang pernikahan yang mulai annoying di telinga saya, dan lebih suka untuk meloncat loncat lagi.

sebenarnya yang saya maksudkan pada postingan saya sebelumnya, dan sering saya katakan pada beberapa teman. bulan ini saya ingin pindahan. lagi. pertama pindah tempat tinggal, mencari "rumah". dan kedua pindahan blog. untuk hal pertama beres. sebelumnya saya sudah nyicil bersihin tempat baru, saya cat ndiri *oppps..berdua ding, dibantu dengan keponakan saya benernya*, dan sekarang sudah saya tempati. sudah lumayan tenang. untuk tempat tinggal bujang yang menggunakan kamar hanya untuk tidur, sepertinya persiapan saya terlalu berlebihan. saya cerewet memilih perabot, jadi kamar saya hanya terdiri dari tembok berwarna putih, lemari berwarna coklat, prangkat2 laen termasuk rak buku berwarna hitam, dan nuansa ijo. lumayan melelahkan. bahkan saya sempat stress dan tepar ketika memikirkannya. hehe. sapa bilang saya tough? *lirik gita*

nah, untuk pindahan yang kedua, sepertinya harus ditunda. maklum, pria sepertinya salah timing. dan ketika deadline sudah deket, yang ada berbenturan ma deadline kerjaan di kantornya. jadilah masih berantakan dan belum fixed. sayang sih sebenarnya klo dipikir2. itu domain sudah dibeli dari november lalu, dan baru difungsikan sekarang. ugh. jadi sptnya untuk yang ini saya masih harus bersabar, atau memikirkan ulang apa yang seharusnya saya lakukan.

belum lagi insiden semalam. saya, pria dan dua orang teman membunuh waktu sambil berbincang2 di salah satu mall. dikarenakan adanya urusan yang harus saya kerjakan, jadilah saya dan pria pamit duluan. dasar ceroboh, maka tas beserta isinya tertinggal di lapangan parkir. yeap, lapangan parkir. dan ini bukan pertama kalinya. dulu handphone, dan sekarag laptop, kabel data, bla bla bla. sebenarnya sudah pasrah, abis mo gimana lagi. yang disayangkan adalah data2 di dalamnya, krn disitu ada draft tulisan saya untuk buku-yang-entah-kapan-jadinya, hehe. eh, setelah kita obrak2 parkir, dan investigasi satpam bla bla bla hampri setengah jam, dan mulai berusaha untuk semakin mengikhlaskan hilangnya barang *suer, ikhlas itu susah.. :(*, akhirnya dengan lemah lunglai pulang saya mampir ke kost temen yang tadi pergi barengan. dan entah apalagi namanya klo tidak tuhan sayang sama kami, ternyata temen tersebutlah yang memungut laptop yang ketinggalan di motor entah siapa. fewh, lega. inilah salah satu yang membuat saya betah tinggal di bali. 30 menit berselang, dan tas itu masih aman di tempatnya. yeah, benar memang. saya tak pernah tau rasanya kehilangan, sampai hal tersebut benar benar ilang.

dan sebentar lagi long weekend. hari ini hari terakhir kerja, dan banyak yang harus diselesaikan. tapi kenapa saya malah posting? hehe, tentu saja karena saya ini pemalas. bukannya cepat2 selesaikan perkerjaan, saya malah bersantai dnegan dengerin satu album keane pertama dan lifehouse yang dulu kiriman seseorang. ah, jadi rindu. kadang kalau dipikir, tak bisakah kata meninggalkan dan ditinggalkan dihapuskan? terlalu menyakitkan. seseorang datang, dan pergi. mungkin urusan tak harus diperpanjang, jika saja tak meninggalkan kenangan.

tak sabar untuk segera liburan. besok saya ingin mengukur jalan. saya ingin jalan yang jauh. jauh. jauh. ayo teman, siapkan bekal perjalanan. kosongkan ransel dari katakata dan segala tanya. tinggalkan tanya kenapa strawberry berwarna merah, dan rindu berwarna abuabu. kita akan isikan peta, dan seluang pikiran untuk menerima nikmat yang tertangkap mata. tak usahlah berbekal makanan, karena sepertinya kita tak kan kelaparan. bukankah cukup dengan kerinduan yang terbalaskan ?

Monday, April 02, 2007

tentang persinggahan

aku jadi ingat pembicaraan kita kapan hari lalu, bersaing suara dengan deru kendaraan di seputaran teuku umar. dan lampu jalan yang menerangi remang. mungkin sama seperti kaburnya kata kataku, karena alasankupun tak pernah aku tau.

bermula dari rasa kebosanan yang teramat sangat bosan, membuatku terpuruk ke tanah ini. apalagi kalau bukan keras kepala yang seringkali membuatku lupa diri. tapi kadang aku merindukan momen itu, ketika energi masih cukup untuk terus berlari. 15 tahun, dan aku sudah bisa melarikan diri, tak sangka itu adalah satu gerak membentuk nasibku sendiri. tak bermodal apapun selain keberanian, hm..atau lebih tepatnya modal nekad. karena tentu saja saat itu jujur aku merasakan ketakutan, apalagi ini pertama kalinya aku merasakan perjalanan yang jauh, dan lama. jangankan naek pesawat, untuk membiayai perjalananku dari satu bus ke bus lainnya pun aku masih ngutang. dan muka terlalu malu, untuk minta dibantu. bagaimana bisa aku meminta restu, sedang aku sudah menutup erat telingaku. asal ibu dan bapakku sudah mengiyakan egoku, tak lagi aku merasa yang laen perlu.

aku masih bisa merasakan debar yang sama ketika pertama kali bus yang membawaku menjauh dari kampung halaman. pun aku masih bisa merasakan bau solar atau entah, ketika kulangkahkan kaki pada dek kapal yang membuatku merasa sendiri. perasaan yang akhirnya sekian tahun kedepan semakin kuakrabi. hiruk pikuk manusia seperti sebuah piala bergilir yang datang silih berganti. satu babak, terhapuskan jejak.

dan kini, itu adalah hampir sembilan tahun silam. entah berapa nama yang aku lupakan. entah berapa kenangan yang aku goreskan. dan berapa kali sudah satu momen aku tinggalkan. satu tanjakan, satu tikungan, dan berulang ulang. tapi sebagian berkata, disitulah hidup terasa menyenangkan, ketika kita tak hanya bergerak dalam diam. ketika kita bisa melompat, berlari, atau justru tertunduk lesu karena kelelahan. siapa kata, pengulangan hanya mematikan rasa. aku masih merasakan debar yang sama, seperti sebelumsebelumnya, ketika kemarin, langkahku lagilagi membawaku pergi. dari satu persinggahan, ke persinggahan selanjutnya. dan ketika semua usai, lelah terhapus oleh kejutan.

dan pagi ini, seorang teman mengirimkan pesan. entah kebetulan, atau memang sudah digariskan.

dewi k. rahmayanti. you are often accused of being non-conformist and dreamers. You like wearing strange clothes and avoid doing what most other people do. Criticized for being medical, your fight for being goals and have trouble understanding conservative ideas. You are deep and philosophical, and because of this, have trouble getting to know people.