Thursday, April 16, 2015

ghandar : 5 years old


the little gentleman is turning five today. 
Hup hup huppy birthday the sun of my days... 

 Oh dear..

It's the fifth year I wrote something like this to you.
How time flies, and suddenly, I see not-so-a-toddler in front of me. You've grown so fast, like in 5 blinks of eyes. What can I say to you anymore, but thanks.

Thanks to come to our life and make it brighter.  Thanks to teach about the meaning of life, something that won't be the same as before. And of course, it's much better.

You may enjoy to read a book this year, as you will find the whole world within. But, it's all gonna be real if you live it. Live your life. Experience things. You might fall or hurt, but it's okay. Life is always interesting, and it gives you a lot of surprises, either bad or the good one. Always remember that nothing stays the same, so keep moving on.

Sunday, March 29, 2015

Mak e


Namanya Sudarmi. Aku memanggilnya Mak, kadang Mak รจ. Aku memanggilkan Ghandar "Mbah Mi". 

Aku tumbuh dengannya. Ketika sakit, aku akan tidur di ketiaknya. Aku makan masakannya, favorit adalah sayur blendrang terong kacang tholo yang sudah berwarna merah kehitaman. Yang kalau ibu tau, akan ngomel-ngomel ngga ada gizinya. Aku tumbuh dengan radio-radio kesayangannya, dari Ludruk hingga sandiwara radio Brama Kumbara.

Dia ikut dengan ibu mungkin lebih dari 25 tahun, dari anaknya umur 2 tahun, hingga menjadi staff TU di sebuah sekolah dan menikah. Dari kakak ke 5 ku kecil, hingga anak ke 5 kakakku yg pertama. Tapi kukira, akulah yang paling dekat dengannya, dan selalu ngga rela jika ponakan merengek manja.

Dia tidak bisa baca tulis, tapi dia bisa pergi ke Banjarnegara naik bis bolak balik tanpa tersesat. Jangan remehkan kemampuan matematikanya. Hebat.

Setelah dia ikut Pak Dar, anaknya, sekitar 10 tahunan ini, dia tetap ke rumah. Menjadi teman curhat Ibu. Bahkan pada hari Kamis, 3 hari sebelum Ibu meninggal, mereka berbincang hingga berjam-jam.

Kemarin, di acara selamatan ibu, dia lah yang mengurus semuanya. Setiap hari dia datang, memasak di dapur kesayangannya yang tidak pernah lagi kami gunakan, kecuali jika ada selamatan atau gawe yang besar. Dapur yang hampir roboh, di rumah nenek yg sudah tak berpenghuni. Katanya, memasak dengan kayu bakar tak bisa digantikan.

Dia juga yang bilang, mungkin ibu memang tau jika akan berpulang, karena tidak lama sebelumnya, ibu meminta orang menebang beberapa dahan untuk kayu bakar, padahal kami tak ada rencana hajatan..

Monday, October 27, 2014

terapi menulis


jika ada 1 hal yang ingin saya tularkan ke anak lelaki saya, mungkin hal itu adalah.. menulis. 

10 tahun sudah saya menulis blog.
tidak semua hal tercatat di blog, tidak semua peristiwa diabadikan. ada kalanya saya bisa menulis hampir setiap hari, tapi pernah juga saya menulis hanya sekian bulan sekali. tapi setidaknya dari menulis saya belajar banyak hal.. 

saya belajar mengungkapkan perasaan. karena saya bukan orang yang bisa gamblang mengatakan saya sedang marah, atau sedang senang, atau sedang sedih. alih-alih mengatakan, yang ada mungkin air mata lebih dulu bercucuran. :D saya juga bukan orang yang bisa langsung mengucapkan argumen dan pemikiran, karena otak saya akan lebih sibuk mengamati dan menganalisa orang lain dan pendapatnya daripada saya memikirkan pendapat saya. 

dari menulis juga saya belajar untuk bersabar. karena menulis tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa. belajar untuk menulis yang runut, mau tak mau berimbas pada pola pikir saya untuk lebih runut juga, karena biasanya pikiran saya adalah benang kusut. dengan menuliskan sesuatu satu per satu, saya seakan sedang membedah dan menguraikan kekusutan pikiran saya sendiri. 

menulis adalah terapi. untuk sakit hati, untuk perasaan kecewa dan untuk segala penyakit yang apabila tidak dituang, hanya akan menggerogoti pikiran. 

mungkin saya tidak akan bisa selalu menulis saat ini, tapi saya pastikan..
...saya tidak akan berhenti :)