.....
+ dewi lg makan?
- iyah.
+ sambil ceting dong?
+ bukannya suka ngomel2 klo ada yg makan sambil ngelakuin hal laen, semisal baca.. maen game.
- tapi khan ga sambil ceting. *sambil tetap memasukkan suapan ke mulut*
.....
aw, ternyata hal paling susah itu adalah berkomitmen dengan diri sendiri.
termasuk ketika suatu kali saya telah berkoar - koar telah melepaskan kamu, iyah..kamu!! padahal di hari lainnya saya justru kembali menghampiri.
dan juga ketika saya, berjanji untuk berhenti merokok, sedangkan dihari laennya saya justru sangat menikmati.
dan ahhh..masih banyak lagi. seringkali membuat excuse atas penghiatan yang dilakukan, pembenaran. dan perkecualian. apa mungkin krn terlalu gampang memaafkan diri sendiri? dan lagi2, melakukan kesalahan yang sama? bodoh dan berulang.
tapi, bukankah justru yang dipertahankan hanya akan membuatnya tertahan?
**tanyatanyatakpentingdiotakyangsemakinkering**
hanyalah barisan coretan yang membentuk kata, lalu berakhir pada cerita, tentang seseorang yang belajar untuk dewasa dalam dunia kekanak-kanakannya.
Tuesday, October 31, 2006
Monday, October 30, 2006
tentang mengukir ingatan
.....
+ di sebelah mananya perempatan, mbak?
- sebelah selatannya, pojokan.
+ yg timur pa barat?
- timur.
+ loh, tempatnya mas heru dong? sampeyan siapanya?
- adeknya.
+ saya temennya mas heru lho mbak. mas heru itu bandel skali, sukanya berantem, tapi klo ma temen kompak sekali. bla bla bla...
.....
apa yang akan ditinggalkan, pada sebuah kematian?
selain nama, dan jejak perbuatan.
fewhhh, aku sangat merindumu...
Heru Krisnanto. 01 Mei 1970 - 27 November 2001. menjelang subuh pada ramadhan ketiga.
+ di sebelah mananya perempatan, mbak?
- sebelah selatannya, pojokan.
+ yg timur pa barat?
- timur.
+ loh, tempatnya mas heru dong? sampeyan siapanya?
- adeknya.
+ saya temennya mas heru lho mbak. mas heru itu bandel skali, sukanya berantem, tapi klo ma temen kompak sekali. bla bla bla...
.....
apa yang akan ditinggalkan, pada sebuah kematian?
selain nama, dan jejak perbuatan.
fewhhh, aku sangat merindumu...
Heru Krisnanto. 01 Mei 1970 - 27 November 2001. menjelang subuh pada ramadhan ketiga.
Friday, October 20, 2006
tentang hari kemenangan
satu hari, dua hari, hm..empat hari lagi.
harusnya perasaan saya sekarang berdebar - debar. bagaimana tidak, jika sebentar lagi saya akan mengakhiri perjuangan ini sebagai pemenang?
beberapa tahun lalu. bulan perjuangan memang benar - benar merupakan perjuangan. setelah selesai makan sahur, saya tak lagi bisa menikmati enaknya tidur pagi. harus meneruskan acara bangun sepertiga malam, sampe keesokan siangnya. mulai membuat adonan, atau sekedar mengisi selai nanas pada tiap kue. iya, ibu adalah pembuat kue dadakan, berjualan hanya pada saat menjelang lebaran. jangan dibayangkan satu perusahaan besar dengan banyak karyawan. kue - kue itu hanya dikerjakan oleh kami sekeluarga. tak heran, harus lembur hingga malam dan tidur beberapa jam saja untuk memenuhi permintaan. belum lagi siang yang panas bercampur dengan panasnya pemanggangan. dan sekian hari menjelang kemenangan, itu artinya ibu akan memberi keleluasaan untuk kami anaknya berkreasi. mulai kue coklat dnegan campuran segala kacang kenari, almon, kacang tanah, mete, dan entah kacang apalagi, sampe kue yang langsung ilang tiap kali nyampe lidah. lalu beramai ramai menghias rumah, tak lupa baju baru sebagai hadiah. dan serunya menunggu serta mengirimkan kartu ucapan yang dibuat oleh kreasi tangan - tangan kami sendiri.
tapi tak lama kami mampu melakukan perjuangan seberat itu selama puasa. sejak ibu terkena tumor, dan harus istirahat total, maka tradisi membuat kue lebaranpun mulai berangsur tiada. dulu, saya dan kakak2, yang semangat membuat sebanyak mungkin jenisnya, mulai mengurangi dan hanya membuat sekedarnya. satu persatu dari merekapun menikah dan jarang ada di rumah. mungkin datang pada saat lebaran hanya untuk sungkeman. keriuhan menjelang lebaranpun sudah tak lagi ada.
sampe akhirnya beberapa tahun lalu, ketika satu - satu nya kakak yang masih lajang memutuskan berkeluarga. habis sudah. kalau sebelumnya kami yang berjualan, berganti kami yang membutuhkan. tak ada lagi keriuhan, dan saya, si bontot, terlalu malas untuk kerepotan. apalagi sudah berpenghasilan, sudah cukup dengan membeli kue di pertokoan. menghias rumahpun seadanya, terkadang bahkan meminta bantuan tetangga untuk membersihkan. kerabat masih saja datang, tapi tak serame apa yang ada di ingatan.
berapa lama kesenangan - kesenangan yang sederhana itu akan bertahan? tradisi membuat kue labaran? baju baru menjelang kemenangan? bukan tentang bajunya, tapi perasaan yang berdebar, jauh lebih menggetarkan daripada ketika saya membelinya dari jerih payah sendiri. atau kartu - kartu yang telah tergantikan pesan elektronik ? kerepotan - kerepotan yang ternyata hanya tinggal kenangan.
ah, saya mau pulang. dan saya akan menghidupkan lagi kenangan. saya akan belajar membuat kue lebaran, setelah sekian taon termanjakan. saya akan menata rumah dan membuatnya menjadi tempat hangat dan menyenangkan. dan saya akan mulai membuat kartu lebaran, meski tak tau lagi kemana harus dikirimkan. aw, saya pembuat kartu ucapan yang lumayan kreatif loh.. *wink*
selamat hari raya, ya...
mohon maaf atas segala kesalahan.
mari kita rayakan kemenangan !!
harusnya perasaan saya sekarang berdebar - debar. bagaimana tidak, jika sebentar lagi saya akan mengakhiri perjuangan ini sebagai pemenang?
beberapa tahun lalu. bulan perjuangan memang benar - benar merupakan perjuangan. setelah selesai makan sahur, saya tak lagi bisa menikmati enaknya tidur pagi. harus meneruskan acara bangun sepertiga malam, sampe keesokan siangnya. mulai membuat adonan, atau sekedar mengisi selai nanas pada tiap kue. iya, ibu adalah pembuat kue dadakan, berjualan hanya pada saat menjelang lebaran. jangan dibayangkan satu perusahaan besar dengan banyak karyawan. kue - kue itu hanya dikerjakan oleh kami sekeluarga. tak heran, harus lembur hingga malam dan tidur beberapa jam saja untuk memenuhi permintaan. belum lagi siang yang panas bercampur dengan panasnya pemanggangan. dan sekian hari menjelang kemenangan, itu artinya ibu akan memberi keleluasaan untuk kami anaknya berkreasi. mulai kue coklat dnegan campuran segala kacang kenari, almon, kacang tanah, mete, dan entah kacang apalagi, sampe kue yang langsung ilang tiap kali nyampe lidah. lalu beramai ramai menghias rumah, tak lupa baju baru sebagai hadiah. dan serunya menunggu serta mengirimkan kartu ucapan yang dibuat oleh kreasi tangan - tangan kami sendiri.
tapi tak lama kami mampu melakukan perjuangan seberat itu selama puasa. sejak ibu terkena tumor, dan harus istirahat total, maka tradisi membuat kue lebaranpun mulai berangsur tiada. dulu, saya dan kakak2, yang semangat membuat sebanyak mungkin jenisnya, mulai mengurangi dan hanya membuat sekedarnya. satu persatu dari merekapun menikah dan jarang ada di rumah. mungkin datang pada saat lebaran hanya untuk sungkeman. keriuhan menjelang lebaranpun sudah tak lagi ada.
sampe akhirnya beberapa tahun lalu, ketika satu - satu nya kakak yang masih lajang memutuskan berkeluarga. habis sudah. kalau sebelumnya kami yang berjualan, berganti kami yang membutuhkan. tak ada lagi keriuhan, dan saya, si bontot, terlalu malas untuk kerepotan. apalagi sudah berpenghasilan, sudah cukup dengan membeli kue di pertokoan. menghias rumahpun seadanya, terkadang bahkan meminta bantuan tetangga untuk membersihkan. kerabat masih saja datang, tapi tak serame apa yang ada di ingatan.
berapa lama kesenangan - kesenangan yang sederhana itu akan bertahan? tradisi membuat kue labaran? baju baru menjelang kemenangan? bukan tentang bajunya, tapi perasaan yang berdebar, jauh lebih menggetarkan daripada ketika saya membelinya dari jerih payah sendiri. atau kartu - kartu yang telah tergantikan pesan elektronik ? kerepotan - kerepotan yang ternyata hanya tinggal kenangan.
ah, saya mau pulang. dan saya akan menghidupkan lagi kenangan. saya akan belajar membuat kue lebaran, setelah sekian taon termanjakan. saya akan menata rumah dan membuatnya menjadi tempat hangat dan menyenangkan. dan saya akan mulai membuat kartu lebaran, meski tak tau lagi kemana harus dikirimkan. aw, saya pembuat kartu ucapan yang lumayan kreatif loh.. *wink*
selamat hari raya, ya...
mohon maaf atas segala kesalahan.
mari kita rayakan kemenangan !!
Subscribe to:
Posts (Atom)