Friday, June 12, 2015

it's waxtime!



when was the last time you do something for the first time?

jika ada pertanyaan demikian, mungkin jawabnya adalah sekitar...beberapa bulan lalu! jadi, makin tua, kayaknya saya makin berani untuk mencoba hal-hal baru. Setelah akhir tahun lalu serius lari (yg ini akan diceritakan kemudian hari aja ya :D) , tahun inipun membuat breakthrough alias terobosan baru. ngapain? waxing! hahaha.

jadi begitulah, lebih dari 30 tahun hidup, belum sekalipun saya mencoba waxing alias cabut bulu. dan sepertinya sih saya tidak sendiri. pas posting di facebook tentang waxing ini, beberapa teman juga mengaku belum pernah wax. jadi syukurlah. #lho

sebenarnya dari resolusi yang pernah saya ciptakan (dan tidak terealisasikan) di tahun-tahun sebelumnya, waxing memang tidak masuk agenda. ngga terpikir. juga jiper. hm...malas aja kalau harus bersakit-sakit buat tampil kece. jadi ngga heran kan kalau saya lusuh? :D

tapi, berhubung seorang teman kantor buka salon wax, akhirnya saya coba juga untuk waxing. alasan pertama, karena itu punya teman dan pengen support usaha teman. kedua, karena ada harga teman yang pas pertama kali coba sedang ada promo diskon 30%. Hoho! Demi diskon, jiper pun diabaikan! Akhirnya..jadilah saya ke Waxtime!

Sebenarnya tanpa diskonpun harga wax di @waxtime_id juga ngga mahal banget. Seorang teman lain pernah cerita, dengan bahan wax yang sama harganya bisa menjadi 3x lipat jika dilakukan di salon wax di mall-mall jakarta. ohiya, bahan yg dipakai hot wax, jadi semacam gel yang dipanaskan, lalu dioleskan dan kreeeekkkk...dicabutlah bulunya! wax jenis lain-yang lebih murah- adalah caramel , nah dari hasil baca-baca, ini wax super menyakitkan. karena terbuat dari semacam cairan gula yang dilelehkan. jadi kebayang kan, cairan gula panas, dioleskan di kulit lalu dicabut. yassalamm..saya sih ngilu duluan bayanginnya.


mungkin yang membuat hot wax di @waxtime_id ngga mahal, karena lokasinya kali ya. dia terletak di tengah-tengah pasar! errrr...kebayang bagaimana sakitnya dicabut2 bulu di tengah pasar? hahaha...pasarnya bukan pasar sayur kok. dia ada di lantai dasar (atau lantai apa ya..? yg begitu masuk pasar..di situ deh, ngga naik dan ngga turun) pasar santa, pasar hipster anak selatan. :D karena ini pasar baru rejuvenate (halah!) , banyak stand2 lucu di situ. salah satunya @waxtime_id yang bersebelahan sama baju-baju urban icon, dan pernak-pernik hipster lainnya. mungkin itu yang membuat @waxtime_id ngga berisik2 banget. meski hanya punya 2 bilik/kamar, tapi cukup nyaman untuk melakukan waxing.

mau lebih nyaman lagi? datang siang hari. beberapa kunjungan ke sana saya lakukan siang hari, jadi sepi dan 2 bilik tersebut berasa punya sendiri. yang terakhir kemarin datang jam 11 siang, dan pas ada promo juga. lagi-lagi 30% untuk jam 11 sampai jam 2 siang. Ha!

setelah pertama kali coba "cuman" berani brazillian wax (ehem!), akhirnya pas kunjungan terakhir kemarin lebih yakin untuk wax semua-muanya. dari brazilllian, underarm dan eyebrow alias alis. lumayan lah ngga harus cabut-cabut lagi :D si mbak yang "do-that-thing" juga kayaknya well trained, jadi hasil kerjanya rapi banget! belum lagi mungkin ada prosedur yang musti dipatuhi, jadi si mbak-mbak ini bersih banget step-by-step nya. post treatment-nya juga oke, setelah di-wax tetap diolesi semacam cairan untuk mencegah alergi.

trus terang saya sih belum pernah coba wax tempat lain, tapi menurut standard saya (yang mana penting banget soal harga dan faktor kebersihannya) tempat ini sangat recommended. harga treatments -nya mulai dari 35rb sampai dengan 135rb. kalau saya check di mall-mall, itu sepertiganya. belum lagi kalau ada promo. total pengeluaran untuk 3 macam wax terakhir kemarin 165rb saja!


belum lagi dapat free product mereka, yakni wax on the go. semacam perangkat wax buat yang harus wax ketika lagi traveling. selain wax on the go, banyak sih product lainnya. bisa cek deh ke instagram mereka : @waxtime_id

nih tips untuk yang mau wax atau ke waxtime : 
  1. kalau bisa, pilih treatment untuk siang hari kalau mau tidak terganggung privasinya.
  2. buat reservasi saja dulu. lagi2, karena hanya punya 2 kamar, takutnya pas datang, pas lagi ada orang alias fully booked.
  3. pastikan bulu-bulu tumbuh agak panjang. sayang saja sudah datang jauh-jauh ke pasar santa tapi dipinsetin gara2 ngga kecabut pas di-wax.
  4. kalau mau brazillian or bikini wax, baiknya jangan menjelang mens, karena rasanya akan lebih sakit. jadi di luar itu, rasanya ngga sakit? ya ngga juga sih. tetap sakit, terutama untuk first timer. tapiiii...bearable kok! 
  5. jangan berenang minimal 24 jam setelah bikini/brazillian wax, krn kulit area situ cenderung sensitif, jadi air kolam atau air laut yg ngga bersih bisa menyebabkan iritasi.

Monday, June 08, 2015

a journey to different country

hidup adalah menyoal perjalanan, nak.

karena kita memang tak bisa diam, atau tak akan diam, kecuali kita mati. itupun masih banyak yang mempertentangkan, apakah perjalanan akan berakhir ketika kita mati? entahlah. kali ini ibumu tak ingin membahas itu.

kita bahas saja perjalanan yang bisa kita lakukan ketika kita masih bernafas. perjalanan kamu ke sekolah. perjalanan kamu ke rumah teman. atau perjalanan lainnya untuk bersenang-senang. karena pada dasarnya, demikianlah hidup. selalu berjalan. dan di antaranya ada mampir. entah untuk minum, istirahat sejenak  atau untuk menyapa dan berbincang dengan seseorang yang kamu kenal.

dan sejauh ini, inilah perjalananmu.

bersuka citalah untuk setiap pertemuan. rayakan setiap kebersamaan. sebelum nanti, alam akan membuat saringannya sendiri, dan mungkin akan membuatmu berpisah dengan beberapa wajah di antaranya. tapi tak usah khawatirkan itu. nikmati saja apa yang ada saat ini.




menarilah. karena dengan menari kamu tahu kamu tak sendiri. dunia tak lagi sepi.derap kaki kalian, adalah semangat buat pagi untuk memulai hari.

berjalanlah yang jauh, dengan demikian kamu akan tahu, betapa banyaknya hal yang tidak kamu tahu. betapa luasnya tempat yang bisa kamu tuju. 





karena dalam perjalanan pulalah, ayah dan ibumu bertemu :)

Friday, May 29, 2015

sekolah : satu tahun kemudian


rasanya seperti baru kemarin menulis tentang hiruk pikuk mencari sekolah buat si ghandar, tapi bulan ini sudah kenaikan kelas aja. eh, bahasa buat anak tk itu apa sih? kenaikan kelas juga kan ya? atau keaikan jenjang? ah, pokokmen begitu. dan berhubung daftar ulang sudah dilakukan desember lalu, kadang saya pikir ini juga masih pergeseran semester. :D

jadi apa kabar ghandar dalam 1 tahun sekolahnya? wah, kabarnya banyaaakkkk...

sebagai orang yg sempat mengaku sebagai blogger, di sini saya merasa benar-benar sedih. hahaha. habis boro-boro ngupdate perkembangan ghandar, nulis aja ngga pernah. sepertinya keseringan nulis buat client. :P

kembali ke ghandar. hmmm... apa yang sudah terjadi dalam 1 tahun sekolahnya?
banyak.

sekarang anaknya sudah mulai bisa bergaul, ngga lagi se- solitaire sebelumnya. atau mungkin memang dia sudah melewati fase tumbuh kembang emosinya, sehingga lebih rileks dan berani untuk berinteraksi dengan orang lain, terutama orang dewasa. karena sebelumnya dia sangat pemalu, dan penyendiri. untuk ini sih sebenarnya ngga jauh beda dari saya dan ayahnya :D nah, anaknya sekarang jauh lebih ramah dan komunikatif.

lalu, dia juga sudah mulai berkenalan dengan bahasa inggris. kalau ini sih karena sekolahnya memang memakai porsi yang lumayan banyak, sekitar 60% dari bahasa pengantarnya memakai bahasa inggris. saya tidak terlalu memusingkan ketika ghandar hanya bisa mengetahui arti beberapa kata,karena memang ini bukan prioritas di keluarga kami. nanti bisa lah belajar pelan-pelan, pada umur yang pas.

kemudian, ghandar juga sudah bisa membaca. yay!
meski untuk hal ini banyak pro dan kontra, tapi karena lagi-lagi value keluarga kami salah satunya adalah membiasakan membaca dr kecil, yaaa..akhirnya memang ghandar belajar membaca lebih awal, tidak harus menunggu ketika dia sudah mulai SD. toh, kalau dia enjoy, tak jadi masalah juga kan? dimulai dari belajar mengeja huruf - kemudian membaca judul - dan sekarang dia sudah bisa menikmati membaca 1 buku.

dibandingkan kemampuan akademis, saya dan suami lebih khawatir dengan perkembangan emosinya. kami, -setidaknya- harus membekali dengan beberapa pemahaman, atau bersiap untuk segala pertanyaan yang kadang sangat ajaib. kami tetap ingin menjadi source of information atau reference buat ghandar meski dia sudah bersekolah dan terjun di lingkungan yang majemuk dengan berbagai latar belakang yg berbeda.

berbicara tentang lingkungan majemuk, sebenarnya bukan hanya soal ras atau kemampuan ekonomi. lebih dari itu, value yang juga berbeda. jadi, pernah suatu hari si ghandar ngebet banget ingin nonton pertunjukan lumba-lumba di kompleks yang ngga jauh dari tempat tinggal kami, juga sekolahnya. ngebet karena teman-temannya sudah nonton. meskipun saya seringkali bilang ke ghandar, "ngga boleh pengenan, kan ngga semua yang kita mau bisa kita lakukan." tapi sepertinya hal itu ngga mempan jika menyoal lumba-lumba, karena dia tau biaya masuknya 15rebu dan saya punya uang sejumlah itu. apalagi, -lagilagi- teman-temannya banyak yg nonton. jadilah akhirnya saya katakan, "lumba-lumba tersebut ada di kolam kecil, yang kalau ditonton banyak orang, maka dia akan pusing." saya mulai menyelipkan rasa iba, atau cinta kasih pada makhluk hidup lainnya.

dan ternyata, dia lebih paham ini. maka tak pernah dia meminta lagi mau nonton lumba-lumba. syukurnya juga, di kelas ghandar tidak ada acara menonton lumba-lumba bersama, -karena ada kelas lain yg melakukan-, dan ini memudahkan saya menanamkan value keluarga kami.