Friday, April 25, 2008

tentang baliho negeri mimpi

pagi ini saya berangkat kerja sambil bersantai. tak ingin terburu, toh masih banyak waktu. apalagi saya sedang mengalami sesi terburuk dari proses flu. setelah hidung gatal, maka selanjutnya adalah kepala pusing. seakan - akan ada cairan bening alias ingus memenuhi kepala, dan menyumbat otak saya. dan di fase itulah saya sekarang. ditambah demam, cukup membuat saya terlihat begitu menderita bukan? :D

di tengah jalan saya melihat baliho. seperti di daerah2 lainnya, sekarang disinipun lagi musimnya calon kepala daerah beradu. entah lewat kampanye halus, atau yang terang2an dan main baku hantam. bukan mereka tentu saja, melainkan rakyatnya. khan rakyatlah yang terkena dampak dari orang - orang diatas sana. udah wajar katanya, toh ini adalah indonesia. yang agak mengganggu adalah gambar-gambar yang terpasang disitu. sepasang adalah gambar mangku pastika dan puspayoga. yang satu mantan kapolda, dulu gencar memberantas perjudian, entah togel atau yang berkedok atraksi budaya. belakangan setelah beliau mencalonkan jadi orang nomer satu, ada kabar beredar, justru merangkul bebotoh - bebotoh itu. katanya sih untuk melestarikan budaya. sekaligus melestarikan sumber dana. entah kabar burung belaka atau fakta. satunya lagi masih sebagai walikota. anggota kerajaan dari puri satria. dsini, keningratan masih saja menjadi tradisi.

politik memang menjadi ranah yang sensitif. berbahaya sekaligus menarik banyak orang untuk kesana. mengerahkan daya upaya, termasuk yang dilakukan oleh mereka berdua. di baliho besar tadi, gambar pasangan lainnya adalah megawati dan sukarno. penampakan wajah megawati disitu masih bisa saya mengerti, karena pasangan calon ini muncul karena partai.

lalu sukarno?

kenapa gambar sang revolusioner itu ada disitu? apakah para cagub sedang berkampanye dengan menjual euforia semata, mimpi akan kejayaan masa yang telah tiada? entahlah, semoga hanya pikiran saya saja.

11 comments:

Hedi said...

ya kebanyakan orang kita masih liat logo/lambang dan sukarno sekarang dijadiin logo (buat narik massa)...malangnya sang proklamator

proletarman said...

yah karena masyarakat kita masih banyak yang suka mengkultuskan individu. Setidaknya Sukarno masih layak dikultuskan dan masih mempunyai nilai jual. Yah dari sudut pandang ekonomi jadi menguntungkan.

ghozan said...

biasalah kalo kampanye pasti obral janji, sudah kepilih lupa deh sama janji2 itu... mending gak usah milih kali yah?

beer delivery boy said...

ini kan bukan hal baru, dewi. politik... it makes everyone sick.

komang said...

hehhe wah ikut perhatiin juga ...maklum beginlah endonesia.. yang katanya "eyang sukarno" adalah bapak bangsa tapi hanya di monopoli satu partai aja...hemmmmmm

stey said...

masih bingung siapa yang akan saya pilih besok juni..duuh..

rey said...

Politik idientik dengan uang, kadang kejam... saya tidak peduli dengan semua itu. Biarkan rakyat yang menentukan pilihan.. tanpa baliho, hujatan, atau tiba-tiba menjadi malaikat menjelang pemilihan.
http://www.rey1024.com

Ady gondronk said...

kalo mimpinya bisa jadi nyata sih ga papa dew..
rasanya semua masyarakat bali sekarang sedang memimpikan kesejahteraan.mudah2an bisa terwujud.

dewipraz said...

mudah-mudahan bukan hanya mimpi yang politisi2 sekarang ini janjikan...

Bicara tentang soekarno, kayanya ironis banget sampai-sampai pemerintah masih belum memutuskan apa akan membeli rumah peninggalan beliau di blitar atau tidak. Padahal kalau lihat begitu banyak jasa yang telah beliau beri untuk negeri sepertinya tidak perlu berfikir panjang seperti itu (tapi mungkin ini cuman opini saya yang sebenernya ga tau apa-apa)

gesang said...

Kalo sy mending nonton Jose Padila ajah ^^!

ick said...

sedih dan marah kalau melihat gambar soekarno cuman sebagi embel2 penarik masa aja.....

* gimana kalau nanti kita golput aja?