Showing posts with label race. Show all posts
Showing posts with label race. Show all posts

Sunday, December 20, 2015

#BajakJKT 2015 : 21KM tengah malam

pic by endi hamid

tidak heran orang suka ikut race : euphoria lari bareng segitu banyak orang dan mendapatkan medali memang bikin ketagihan! 

beberapa bulan lalu, #thinkrunrds --group lari anak-anak di kantor suami-- sudah berbondong-bondong untuk daftar #BajakJKT, event lari tahunan dari Nike Indonesia. saya sendiri di awal tidak begitu tertarik, karena ide membajak kota --dan itu adalah Jakarta yang macetnya ngaudzubillah-- adalah suatu ide yang buruk. tanpa dibajak saja, jalanan di Jakarta seringkali mengundang caci maki, apalagi ini ditambah para pelari. duh, ngga deh.

sepertinya karena belajar dari tahun kemarin yang penuh dengan protes dan segala sumpah serapah, Nike Indonesia kali ini memilih mengadakan event #BajakJKT tengah malam, dan hanya ada 1 kategori yakni 21Km. Half Marathon tengah malam, sodara-sodara! dan itulah 2 alasan yang akhirnya membuat saya daftar susulan kemudian.

race kedua yang saya daftar sendiri, setelah bali marathon yang gagal. 2 race sebelum ini statusnya adalah gantiin teman, hahaha. saya pikir kalau saya latihan sebelumnya, pasti bisa lebih baik dari JakMar dimana Half Mar berhasil finish dengan pace 7'29 menit/km. jadilah akhirnya mengambil 4 weeks training for beginner ini.

http://womensrunning.competitor.com/2015/09/training-tips/run-a-half-marathon-in-4-weeks-with-our-beginner-plan_46463

tapi, baru jalan 2 minggu, lutut udah kerasa ngga enak, kayaknya karena overtrained. sebenarnya porsi latihan itu dibuat dengan penelitian dan riset agar pas, tapi karena dimana harusnya saya jalan saya ganti lari, jadilah lutut yang ngga bisa kompromi. setelah 2 minggu itu saya pasrah saja lah, mengurangi intensitas lari. ditambah seminggu sebelum race, kondisi kesehatan malah ngedrop. ngga cuman flu, tapi 3 hari harus bertahan dengan migren yang kayaknya terakhir mengalami ada kali 1-2 tahun lalu. 

hari H pun dijalani dengan pasrah, target diubah. ngga lagi lebih cepat dari JakMar, tapi diganti menjadi : yang penting ikutan. 

untuk yang biasa lari pagi hari, lari malam --apalagi tengah malam--, berasa sekali bedanya. 

pertama pastinya dari kondisi badan. lari malam itu dilakukan setelah tubuh beraktivitas seharian, jadi bukannya segar kadang yang ada malah tubuh cuman punya sisa-sisa tenaga. plus saya punya sedikit trauma. entah kenapa perut saya sering kembung kalau malam, jadi kalau harus lari errrr...ngga enak banget deh. 

kedua soal cuaca. angin di malam hari biasanya lebih kencang dari pagi hari, dengan udara yang lebih dingin. karena itu buat saya lari malam lebih beresiko masuk angin. dan tingginya karbondioksida yang dilepaskan tanaman di malam hari malah seringkali membuat nafas ketika lari malam lebih berat dari lari pagi. 

Jadi, bagaimana #BajakJkt kemarin? 

jarak 21K dan tengah malam sepertinya membuat peserta #BajakJT kali ini jauh lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya. yang ikut hanya pelari serius, atau pelari yang kurang kerjaan dan ngga malam mingguan. :)))

start dari senayan,  dengan pemberitahuan beberapa jalan yang dilewati akan ditutup. jadi yaaa, ngga bena-benar membajak kota. tapi pas pelaksanaan, kayaknya ngga semua jalan ditutup. bahkan di area senayan, Jln. Asia-Afrika, kendaraan masih jalan dan kami berlari di antara asap knalpot. di area ini tenaga para pelari masih gede ya, jadi kalau ada yang meneriaki, masih bisa balas. saya sendiri milih melipir dan pura-pura ngga denger. yaaaa, memang gengges sih kalau perjalanan kita terganggu sama event-event lari macam gini, jadi saya paham lah perasaan yang lagi di atas kendaraan itu. 

rute dari senayan, ke sudirman, lanjut kuningan, lalu ke karet, casablanka (atau kebalik ya? :D) , dan balik senayan . ngga lihat ada penutupan jalan, hanya penyetopan di persimpangan. selebihnya pelari mendapatkan space di bahu jalan. fair enough , eh? tapi ya tetep sih ada saya yang kesel dan memaki-maki. 

saya sendiri selalu ingat postingan dita ketika dia bertemu dengan NY marathoner, "runners are the best people. they are kind, polite and encouraging." 

jadi meski tidak semua seperti itu, tapi saya pribadi ingin menjadi seperti itu. alih-alih meminta untuk diistimewakan, tak ada salahnya kok mengalah dengan pengguna jalan lainnya. lagipula, buat apa berlari kalau ternyata menyusahkan? 

Nike Indonesia sendiri sepertinya membuat banyak perbaikan di sana-sini sehingga event #BajakJKT kali ini menyenangkan buat pelari dan tidak terlalu menyusahkan buat yang lainnya (dibanding event tahun kemarin). hujan sebelum lari juga membuat udara lebih segar karena polusi berkurang. sudah deg-degan kalau hujan akan berlangsung lebih lama karena kondisi badan yang demikian, tapi syukurlah hujan langsung berhenti ketika lari dimulai. 

saya sendiri lebih banyak jalan setelah KM 12. antara dehidrasi, perut yang kembung dan plantar yang mulai berasa sakit, membuat target lari diubah lagi : jangan sampai cidera. 

plantar nyeri ini kayaknya karena sepatu yang saya pakai. mizuno wave sayonara 2 alasnya memang tidak terlalu empuk, jadi masih banyak rongga yang kalau dipakai lari jarak panjang, berasa sekali celah ini lama-kelamaan menyakitkan. jadi setiap kali plantar mulai nyeri, saya jalan kaki. dan kayaknya banyakan jalan kaki. saat-saat terakhir dibarengin dengan #RunnerMDN yang saling menyemangati begitu finish kurang 2km lagi. itulah momen yang menyenangkan dari long run, kita merasakan empati pada orang-orang yang senasib sepenanggunan lalu kita saling memberi semangat dan penghiburan. hahaha.

oya, #BajakJKT kemarin adalah race pertama dengan suami. hohoho..semoga kita bisa terus lari sampai tua ya! biasanya race sendiri, finish sendiri. ternyata menyenangkan juga bisa race dengan banyak teman. meski larinya ngga barengan, tapi start dan finish tidak sendirian itu lebih asyik! 

jadi, berapa pace #BajakJkt saya kemarin? 9'04menit/km! buruk! tapi bahagia! hahaha! 


Tuesday, October 27, 2015

race pertama : half marathon


ehem..

sudah sebulan ngga update blog, jadi kemana saja? sebenarnya sih memang ngga kemana-mana, tapi memang sangat malas untuk update blog. sangat malas menulis. padahal banyak yang bisa dituliskan. tapi yah, akhirnya demikianlah. ujungnya hanya nyampah di facebook, atau path kalau isinya cacian dan makian. hahaha.

padahal pengen untuk bisa terus rajin menulis, toh belakangan memang banyak hal yang bisa dituliskan. lari, salah satunya. hobi baru yang sudah digeluti setahun ini, dari dulu direncanakan untuk dituliskan, tapi yaaa...pada akhirnya demikian nanggung nulisnya. pengen juga sok-sok iya menulis tentang tips lari, review sepatu atau cara mencegah cidera, tapi seringkali rasa ngga pede membuat tulisan ngga pernah benar-benar jadi. atau lebih parah, ngga pernah juga benar-benar dituliskan. lari juga otodidak, teknik-teknik belajar dari youtube, trus sepatu pun trial and error, jadi apanya yang bisa dituliskan coba?!

tapi, mumpung hari blogger (gah..suka gengges dengan hari blogger apaan sik? :D), mari menulis. mari update blog.

mari mengabadikan momen. momen pertama kali ikutan race, YAY! :D

jadi, jadi...akhirnya ikutan ngerace juga setelah lari selama lebih dari 1 tahun. Selama lebih dari 900km. hahaha. hahaha. sebenarnya sih ngga anti race juga, tapi bangun tengah malam lalu menuju jakarta itu bikin semangat untuk ikutan segala macam race mengendor begitu saja. mendingan juga lari naik turun perumahan yang berbukit-bukit. pulangnya bisa mampir tukang sayur, dan masih bisa gegoleran sebelum ribut - ribut ngurusin si G lalu kerja -___-"

pernah beberapa bulan lalu daftar Bali Marathon. sok iya, pertama kali ngerace harus half marathon, dan di bali pulak. baru daftar udah jejingkrakan kesenangan, pamer ini itu di segala macam channel social media. dan voilaaaa....1 bulan menjelang hari H, karena satu dan lain hal maka batal dong! :))

Tuhan mungkin jengkel sama kesombongan dan kesokiyaan manusia ini, belum apa-apa sudah banyak cingcong, hingga akhirnya dibuatlah rencana sedemikian rupa agar bali marathon yang direncanakan sekian lama itu...batal.

got pregnant - blighted ovum - suami cidera - dan hal lainnya yang sudahlah ya, lebih baik dibatalkan saja. pembatalan yang meyisakan banyak trauma karena berhubungan dengan banyak hal lainnya. hiks.

jadi, ketika 1 bulan kemudian Melly bilang kalau kemungkinan dia batal Jakarta Marathon dan ingin mengalihkan race packnya, maju mundur antara pengen dan tidak. sangat pengen, tapi trauma. kalau terlalu kegirangan dan bersemangat nanti yang ada kayak sebelumnya...batal lagi. jadi demikianlah, seminggu menjelang race baru memastikan jadi ikut, gantiin Melly.

hingga beberapa hari sebelumnya masih sangat tenang, tapi 3 hari sebelum hari H, mulai mules ngga karuan. reaksi badan yang grogi sudah tak terkontrol lagi. mules-mules sendiri, berdebar-debar sendiri. hahahaha.

reaksi-reaksi kayak gini yang bikin race makin kacau. sehari sebelumnya diniatin carbo loading, tapi yang ada malah perut begah sampai malam ngga lapar-lapar lagi. dipaksain makan dan masih saja kekenyangan. musti tidur cukup, tapi yang ada malah ngga bisa tidur saking nervous-nya kesiangan. tidur sebentar lalu kebawa mimpi.

pas hari H, akhirnya bangun (atau ngga benar-benar tidur) jam setengah 4, siap-siap..trus malah sante-sante hingga akhirnya mules sebelum berangkat. alhasil, terlambat sampai lokasi, dan ditambah insiden lupa bawa BIB nya pula. syukurlah pas masuk antrean, petugas ngga lihat dan ngga banyak cingcong jadi sukses lari tanpa BIB dan RFID. hahaha..benar-benar cupu!

selama ini alasan lain yang bikin malas ngerace adalah...ngga yakin bisa memuaskan, mengingat paceku sangat lamban. tapi tenang..ternyata race memang bukan tentang kecepatan, tapi nyali. nyali buat menantang diri sendiri ngambil 10K, half mar atau ekstrim full marathon. karena pada saat di lapangan, ingatlah bahwa..akan selalu ada yang di depan dan belakang lo! secepat apapun lari, tetap aja ngga bisa nyaingin pelari-pelari yang kakinya udah ngga napak lagi, dan selamban-lambannya lari..tetap akan ada yang lebih lamban lagi. hahahaha.

10 kilometer awal masih bagus, 1 jam 11 menit. 15 kilometer masih oke. tapi menginjak kilometer 16, kaki sudah ngga jelas menapak kemana. miring-miring ngga kekontrol lagi. hahaha. jadi kalau sudah begitu, mending jalan sebelum kram. lalu lanjut lari lagi. jalan lagi. tenang...ingatlah bahwa selalu ada yang di belakang :D

so, keep calm and run. or walk. or whatever as long as you reach finish line.

jadi begitulah kemarin. dengan persiapan yang sangat minim, kelar juga race pertama : half marathon. hahaha. hahaha. masih pengen ketawa-ketawa jumawa, mengingat ya dulu lari 200 meter aja udah mau sesak napas, trus sekarang bisa kelarin 21 kilometer. 21.000 meter! Yes, i'm that awesome! waktunya pun ngga parah-parah banget. average pace 7.53, total 2 jam 52 menit. awesome, innit? trus kelar itu jadi pengen ngerace lagi, karena alih-alih kapok yang ada perasaan... harusnya kalau teknik bener, bisa lebih cepet lagi! gitu-gitu.

tapi bener lho, mustinya kalau lebih dipersiapkan, mungkin akan lebih baik hasilnya, misal...

  • serius belajar latihan teknik lari yang bener, atau..
  • karbo loading sedikit demi sedikit dari seminggu sebelumnya, atau.. 
  • ngga pake tidur siang jadi malamnya bisa langsung ngantuk dan tidur nyenyak, atau...
  • siapin BIB hingga ngga ketinggalan lagi :))) 
yah, yah.. more or less, pengalaman pertama ngerace itu memang menyenangkan! euforia lari bareng-bareng dan berbagi penderitaan hanya dengan saling memandang tak terlupakan. pengen lagi, lebih baik lagi!