cubicle penuh wallpaper. lunch time. telepon. saya. dan seorang sahabat. lebih dari 30 menit. on mood. coldplay.
.....
+ eh, ntar bilang kmana yah klo di tanya si A?
- hm.. ke ubud yah? atau..bilang nemuin orang agent ajah?
+ bilang ke ubud aja deh, tapi acara apaan? kmana ?
- hm, emang lo ke ubud khan? ..acara lounching artshop, gituh?
+ ya..ya.. jam brapa ? aku bilang brangkat jam 2 yah?
- hm, ga usah bilang jam nya..diem ajah.
+ okeh, jadi ntar klo di tanya A, kamu jawab bla bla bla, trus klo yg namanya B, jawab bla bla bla.. kompak yah?
- iyah!!
+ eh, ini bisa dibilang boong ga seh?
- nggak dong..khan beneran lo mau ke ubud, ke artshop, that's all. hanya saja yg bla bla itu hanya disimpan both of us.
.....
.....
+ tau ga seh, hubungan ku ma si X ituh, lama2 kek ga ada rasanya.
- huehuheue.. hubungan krn status gituh?
+ iyah, dan ngebosenin banget, taukk!! kapan hari, dia ke rumah dan aku tinggal tidur. ihh, jahat banget khan aku?!
- lah..baru nyadar? bla bla bla
.....
.....
+ aduh, aku berdebar2 gini.
- hihihihi..nyante ajah..
+ ntar gimana yah? khan aku ga bisa dong bla bla bla..bleh bleh bleh..
- ahh, pikirin itu ntar ajah, skrg klo mo bla bla bla mah lakuin ajah.. don't take any decision rite now.
+ klo kburu ketauan?
- whueh..masa ga bisa di pending barang shari biar ga ketahuan.. ntar setelah reda, baru kita pikirin ntarnya gimana.
.....
.....
+ eh, brapa lama seh kita ga lakuin ini?
- lama bangettt.. trakhir pas jaman kita masi muda dan punya banyak energi untuk lakuin hal - hal gila macem gini.
+ hahaha.. tapi ini menyenangkan juga yah?
- yeap..justru smakin berbahaya, smakin menyenangkan.
.....
beginilah kalo 2 orang wanita dewasa yang dibayar untuk bekerja, nelpon, dan ngrumpi, menghabiskan sisa jam makan siang. hihihi. yah, tapi setidaknya slaen info film baru, gossip apa yang beredar, dan tips2 untuk berdiet *halah*, ada saja yang disisakan.
pertama, masih ingat artikel ini ?
mengatakan yang bukan sebenarnya, dan tidak mengatakan semua, jelas berbeda khan? klo mengatakan yang sebenarnya, itu namanya berbohong. dan untuk makhluk yang sudah penuh dosa seperti saya, sebaeknya berusaha untuk meminimize kuantitas berbohong (jadi, lebih mentingin kualitas, gitu? hihi,nggak juga). daripada berbohong dengan mengatakan yang bukan sebenarnya, lebih baek tutup mulut dengan tidak menceritakan semuanya. isn't it, 'ka?
kedua, seringkali tanpa sadar, kita terjebak pada hubungan yang tak jauh beda dengan rutinitas. punya pasangan, bertemu, kencan, bla bla bla. sedangkan, jauh dari itu, ada hal yang lebih penting lagi dilakukan. untuk menjaga suatu hubungan, bukan lagi cinta sebagai prioritas, melainkan konsistensi dan juga tanggung jawab akan sebuah pilihan. selanjutnya? ah, sementara hanya itu yang bisa saya pikirkan. khan saya lagi single dan tidak terjebak dalam suatu hubungan. huehehe.*iyah, ini memang iklan colongan! jangan protes!!* ...CMIIW.
ketiga, kadang sesekali kita perlu letakkan logika dan rasio, dan berjalan mengikuti kata hati. tau ga seh, kadang lelah juga klo terus2 mempertimbangkan hukum sebab akibat, dan memprediksi hal2 yang akan terjadi atau ga akan terjadi. if your heart ask you to do something, take off you brain, and then just do it! hahaha. i said sometimes, yes sometimes.
keempat, hm...apa yah ? oya, keempat. kadang2 juga, stay pada garis lurus itu membosankan. seperi slogan rokok "bikin hidup lebih hidup!", kadang ngelakuin hal2 gila yang menyerempet2 bahaya itu menciptakan sensasional tersendiri. hihihi. apa yang sedang saya dan teman saya lakukan? it's just another shit, ga penting. sometimes, why not doing a thing just for the sake of total pleasure? kegilaan-kegilaan yang dengan sadar kita lakukan, kadang membuat kita makin waras. begitu, kan?!
oya, ada kelima nya juga. penting ga seh, klo disediakan jam khusus untuk ngrumpi, sekalian topik di tiap rumpian? yah, 30 menit setelah makan siang cukuplah. jadi kek buletin on live gituh. yeeeeeee. qkqkqkqkq.
hanyalah barisan coretan yang membentuk kata, lalu berakhir pada cerita, tentang seseorang yang belajar untuk dewasa dalam dunia kekanak-kanakannya.
Saturday, February 04, 2006
Friday, February 03, 2006
tentang ukuran
yahoo messenger. setengah enam sore. sepulang kerja.
pada sebuah warnet. saya. dan kamu.
.....
+ perdebatan ini mengarah pada pertengkaran.
- nggak juga, berdebat itu mengasyikkan.
+ gimana mengasyikkan klo tiap orang pengen menang.
+ termasuk kamu juga khan?
- hahaha
.....
.....
+ sepertinya kamu ma aku satu type
- apanya?
+ sama2 pinter bikin orang emosi.
- loh?
.....
saya dan seorang teman. ya, pembicaraan yang tak pernah mulus. dan akhirnya menyisakan sederetan pertanyaan setelahnya. haha. apa benar kita sama? nggak juga ah. itu khan hanya asumsi kamu. enak ajah nyama2in. atas dasar apa kamu menilai aku seperti itu? atas dasar kamu? huh.
seberapa sering kita menilai seseorang? hm, saya? saya jarang memberikan pelabelan. ga pernah pede untuk itu, hihi. saya takut, jika apa yang saya katakan salah. lagian, sapa seh saya? kenal benar juga nggak. klo pun saya sering berfikir bahwa si a baek, si b cerdas, dan si c menyenangkan, itu hanya akan ada di pikiran saya saja. temporary thought. untuk jelas2 ngomong? nanti dulu deh.
makanya, aneh mendengar teman saya yang istimewa ini dengan gampangnya mengatakan bahwa saya ini seperti ini, seperti itu, tak bakalan mengerti ini, dan tak paham akan itu. huhuhu. subjektif? iyah. tapi itu sering terjadi kan? tanpa sadar, kita sering menilai orang laen, berdasarkan apa yang kita punya. memberikan batasan2 padanya sesuai dengan kemampuan kita. mengukur orang laen, dengan ukuran kita. kalo kita menganggap suatu hal itu sulit, apa sudah pasti orang laen tak akan mengerti? oh, please.
kamu bilang tiap gelas isinya berbeda khan? nah, begitu juga otak kita. kamu, dan saya. tak sama. jangan memberikan penilaian dengan merefleksikan pada diri sendiri. klo kamu berfikir begitu, belum tentu saya sama. atau, jangan menilai dengan merefleksikan pada apa yang sudah pernah terjadi. jika dulu saya begini, apa sudah pasti sekarangpun sama? hahaha. belum tentu, teman. manusia berevolusi, dan kamu tak pernah tahu, batasan mana yang bisa kamu berikan untuk menilai seseorang.
pada sebuah warnet. saya. dan kamu.
.....
+ perdebatan ini mengarah pada pertengkaran.
- nggak juga, berdebat itu mengasyikkan.
+ gimana mengasyikkan klo tiap orang pengen menang.
+ termasuk kamu juga khan?
- hahaha
.....
.....
+ sepertinya kamu ma aku satu type
- apanya?
+ sama2 pinter bikin orang emosi.
- loh?
.....
saya dan seorang teman. ya, pembicaraan yang tak pernah mulus. dan akhirnya menyisakan sederetan pertanyaan setelahnya. haha. apa benar kita sama? nggak juga ah. itu khan hanya asumsi kamu. enak ajah nyama2in. atas dasar apa kamu menilai aku seperti itu? atas dasar kamu? huh.
seberapa sering kita menilai seseorang? hm, saya? saya jarang memberikan pelabelan. ga pernah pede untuk itu, hihi. saya takut, jika apa yang saya katakan salah. lagian, sapa seh saya? kenal benar juga nggak. klo pun saya sering berfikir bahwa si a baek, si b cerdas, dan si c menyenangkan, itu hanya akan ada di pikiran saya saja. temporary thought. untuk jelas2 ngomong? nanti dulu deh.
makanya, aneh mendengar teman saya yang istimewa ini dengan gampangnya mengatakan bahwa saya ini seperti ini, seperti itu, tak bakalan mengerti ini, dan tak paham akan itu. huhuhu. subjektif? iyah. tapi itu sering terjadi kan? tanpa sadar, kita sering menilai orang laen, berdasarkan apa yang kita punya. memberikan batasan2 padanya sesuai dengan kemampuan kita. mengukur orang laen, dengan ukuran kita. kalo kita menganggap suatu hal itu sulit, apa sudah pasti orang laen tak akan mengerti? oh, please.
kamu bilang tiap gelas isinya berbeda khan? nah, begitu juga otak kita. kamu, dan saya. tak sama. jangan memberikan penilaian dengan merefleksikan pada diri sendiri. klo kamu berfikir begitu, belum tentu saya sama. atau, jangan menilai dengan merefleksikan pada apa yang sudah pernah terjadi. jika dulu saya begini, apa sudah pasti sekarangpun sama? hahaha. belum tentu, teman. manusia berevolusi, dan kamu tak pernah tahu, batasan mana yang bisa kamu berikan untuk menilai seseorang.
**untuk seorang teman,
bisa jadi aku lebih dari apa yang kamu pikirkan kan? bisa jadi pula,
aku bukan apa yang kamu pikirkan. dan bisa jadi,
aku adalah seorang lain dari yang kamu pikirkan.
jadi, knapa tak kita buka saja pikiran kita,
dan belajar bersama?
bisa jadi aku lebih dari apa yang kamu pikirkan kan? bisa jadi pula,
aku bukan apa yang kamu pikirkan. dan bisa jadi,
aku adalah seorang lain dari yang kamu pikirkan.
jadi, knapa tak kita buka saja pikiran kita,
dan belajar bersama?
Wednesday, February 01, 2006
tentang 4 hari itu
I could feel it go down
Bittersweet, I could taste in my mouth
Silver lining the cloud
Oh, and I,
I wish that I could work it out
And the hardest part
Was letting go, not taking part
You really broke my heart
And I tried to sing
But I couldn't think of anything
And that was the hardest part
Everything I know is wrong
Everything I do, it just comes undone
And everything is torn apart
Oh and it's the hardest part
That's the hardest part
Yeah, that's the hardest part
**Coldplay - The Hardest Part
Dear kamu,
I'm back!! masih berusaha mengumpulkan nyawa, yang masih tercecer di kediri, surabaya, dan beberapa tempat yang sempat jadi tempat transit. hihi.
perjalanan kmaren, 40 menit denpasar - surabaya. disambung 2,5 jam dari surabaya - kediri. belum lagi terhitung waktu menunggu di terminal bungurasih. sampe surabaya sudah hampir jam 9. fuih. menerima tawaran kamu untuk bermalam disana? hm, nggak deh. skalian capek, akhirnya nekad untuk nerusin jalan aja. sedikit gondhok ma kamu *iyah, kamu!!! jangan tolah - toleh ke belakang, ini memang buat kamu kok!*, yang dengan tega, mendadak membatalkan janji untuk menemani selama perjalanan. huh. tapi mungkin klo tak begitu, saya tak tahu klo ternyata nyali saya cukup besar juga yah? hihi. terbiasa dengan kenyamanan yang ditawarkan, kadang membuat merasa sedikit manja. apa harus dipaksa dulu, baru bisa menjadi berani?
4 amazing days. sampe bingung musti mengabadikan dari sisi yang mana. tak terlewat satu haripun dari hal2 yang menyenangkan.
ada kamu yang lain. iyah, kamu dave.. brapa lama kita tak pernah ketemu, huh? 7 taon? atau lebih. makasi buat jalan2nya. makasi untuk kesabarannya menemani saya oprek2 kota kelahiran yang ditinggalkan. hihi. saya memang agak norak yah? tapi klo dipikir, pantaslah saya norak, saya tak menyangka kota itu begitu pesat berkembang. meski perkembangan itu memancing kontradiksi dimana mana, tapi klo melihatnya dari sisi yang menyenangkan, tak terlalu buruk kok. mall, taman kota, game center, huhuhu. saya sungguh ketinggalan. makasih untuk menunjukkan saya bendungan baru. fotonya keren, kapan2 akan saya kirimkan ke kamu.
makasih juga buat kamu, diek! teman masa kecil, huh?! dari te ka, es de, sampe..sekarang? haha. dari rebutan permen, saingan nilai, sampe..apalagi yang bisa kita ributkan sekarang? lifestyle, huh? padahal sebenarnya jogja dan denpasar tak jauh beda khan? hihihi. makasi juga untuk kesediaannya bergabung dengan noraknya saya. berlagak jadi turis, padahal kita hanya mengunjungi tetangga desa. hihihi. brapa lama kita tak kesana? saya trakhir kali ksana es de, dan kamu? tempat itu jauh beda dari apa yang bisa kita ingat ya? jauh lebih rapi. kapan2 kita harus kesana lagi. seru juga klo suatu tempat hanya dikunjungi kita berdua, berbagi ingatan tentang masa kecil. ternyata benar, bagian tersulit itu bukanlah ketika kita mencoba untuk menjadi bagian dari sesuatu, melainkan ketika kita harus melepaskan sesuatu itu.
ahh, kamu, kamu dan kamu. makasih untuk membuat 4 hari itu menjadi lebih dari apa yang saya bayangkan. saya akan datang lagi, pasti. entah ke kota kita, atau ke kota kamu sekarang. kita akan berbagi mimpi lagi. kamu benar, semua yang sudah terjadi, hal remeh2 dan mungkin tak berarti ini, akan membawa kita pada sesuatu. dan saya harap, kamu, saya, masih bisa bersama ketika masa itu tiba.
slamat datang di bulan saya! :)
Bittersweet, I could taste in my mouth
Silver lining the cloud
Oh, and I,
I wish that I could work it out
And the hardest part
Was letting go, not taking part
You really broke my heart
And I tried to sing
But I couldn't think of anything
And that was the hardest part
Everything I know is wrong
Everything I do, it just comes undone
And everything is torn apart
Oh and it's the hardest part
That's the hardest part
Yeah, that's the hardest part
**Coldplay - The Hardest Part
Dear kamu,
I'm back!! masih berusaha mengumpulkan nyawa, yang masih tercecer di kediri, surabaya, dan beberapa tempat yang sempat jadi tempat transit. hihi.
perjalanan kmaren, 40 menit denpasar - surabaya. disambung 2,5 jam dari surabaya - kediri. belum lagi terhitung waktu menunggu di terminal bungurasih. sampe surabaya sudah hampir jam 9. fuih. menerima tawaran kamu untuk bermalam disana? hm, nggak deh. skalian capek, akhirnya nekad untuk nerusin jalan aja. sedikit gondhok ma kamu *iyah, kamu!!! jangan tolah - toleh ke belakang, ini memang buat kamu kok!*, yang dengan tega, mendadak membatalkan janji untuk menemani selama perjalanan. huh. tapi mungkin klo tak begitu, saya tak tahu klo ternyata nyali saya cukup besar juga yah? hihi. terbiasa dengan kenyamanan yang ditawarkan, kadang membuat merasa sedikit manja. apa harus dipaksa dulu, baru bisa menjadi berani?
4 amazing days. sampe bingung musti mengabadikan dari sisi yang mana. tak terlewat satu haripun dari hal2 yang menyenangkan.
ada kamu yang lain. iyah, kamu dave.. brapa lama kita tak pernah ketemu, huh? 7 taon? atau lebih. makasi buat jalan2nya. makasi untuk kesabarannya menemani saya oprek2 kota kelahiran yang ditinggalkan. hihi. saya memang agak norak yah? tapi klo dipikir, pantaslah saya norak, saya tak menyangka kota itu begitu pesat berkembang. meski perkembangan itu memancing kontradiksi dimana mana, tapi klo melihatnya dari sisi yang menyenangkan, tak terlalu buruk kok. mall, taman kota, game center, huhuhu. saya sungguh ketinggalan. makasih untuk menunjukkan saya bendungan baru. fotonya keren, kapan2 akan saya kirimkan ke kamu.
makasih juga buat kamu, diek! teman masa kecil, huh?! dari te ka, es de, sampe..sekarang? haha. dari rebutan permen, saingan nilai, sampe..apalagi yang bisa kita ributkan sekarang? lifestyle, huh? padahal sebenarnya jogja dan denpasar tak jauh beda khan? hihihi. makasi juga untuk kesediaannya bergabung dengan noraknya saya. berlagak jadi turis, padahal kita hanya mengunjungi tetangga desa. hihihi. brapa lama kita tak kesana? saya trakhir kali ksana es de, dan kamu? tempat itu jauh beda dari apa yang bisa kita ingat ya? jauh lebih rapi. kapan2 kita harus kesana lagi. seru juga klo suatu tempat hanya dikunjungi kita berdua, berbagi ingatan tentang masa kecil. ternyata benar, bagian tersulit itu bukanlah ketika kita mencoba untuk menjadi bagian dari sesuatu, melainkan ketika kita harus melepaskan sesuatu itu.
ahh, kamu, kamu dan kamu. makasih untuk membuat 4 hari itu menjadi lebih dari apa yang saya bayangkan. saya akan datang lagi, pasti. entah ke kota kita, atau ke kota kamu sekarang. kita akan berbagi mimpi lagi. kamu benar, semua yang sudah terjadi, hal remeh2 dan mungkin tak berarti ini, akan membawa kita pada sesuatu. dan saya harap, kamu, saya, masih bisa bersama ketika masa itu tiba.
slamat datang di bulan saya! :)
Subscribe to:
Posts (Atom)