Tuesday, November 13, 2007

tentang kesaksian

saya di sini bukan untuk jejak hujan
yang panjang. tapi ada sebuah bangkai
yang terlibat dalam lumpur. dan
seekor burung bertengger di atasnya.

saya di sini bukan untuk alam
yang rongsokan. tapi ada seekor anjing
yang menghirup udara busuk, lalu meraung
dan ulat-ulat berbaris di kakinya.

apakah waktu sebetulnya,
apakah duka. di bangkai itu berkilau
arloji; berdetik saja ia
sejak tadi.

lanskap - goenawan mohamad, sajak-sajak lengkap 1961-2001.


aku melihatnya pada suatu petang, ketika lelah hampir membunuhku perlahan. diantara deretan orang yang berjalan lalu lalang, entah menggendong papan surfing, atau hanya dengan dada telanjang. ditengah hiruk pikuk kakikaki mulus jenjang, dan musik samba yang ditabuh siiringi gendang. antara tawa, asap rokok dan deretan bir bintang. aku melihatnya seperti kulihat diriku yang pernah hilang.

perempuan itu menarik napas dalam, dan menghembuskannya dengan sayang, seakan tak rela, membuang sampah yang terselip tak terbuang. pandangannya berhenti pada lelaki dengan dada telanjang. dan seorang perempuan manja bergelayut mesra. ah, cerita lama, akupun pernah ada disana. pikirnya. dan rasanya begitu saja, mungkin nanti, akan berakhir bahagia seperti kisah pangeran dan putri raja, atau kalau nasib sedang sial, suatu hari tak bertegur sapa saling lupa. seperti dirinya.

lalu dia buang pandangan, pada deretan remaja-remaja riang. yang duduk bercengkerama seakan dunia milik mereka. tertawa nyalang, seakan yang lain tidak ada disana. bukankah memang, dunia hanya milik para muda? dan perempuan itu tau, suatu saat, mereka, akan seperti dia yang menua. meninggalkan persinggahan sementara, pergi dari dunia yang fana.

dilihatnya lagi kaki kaki mulus jenjang yang melenggang. pakaian sexy minim yang suka jadi tontonan. perempuan itu tersenyum terkulum, seakan menertawakan takdir yang diterimanya. pada etalase, dari tempatnya berdiri dia mengaca. seratus delapan puluh derajat. dia bergumama pelan, sebanyak mata memandang kaki jenjang, sebanyak itu pula tatapan untukku terbuang.

perempuan itu menyingkir perlahan, menarik kursi panjang, dan duduk dengan diam. mungkin dia tak ingin jadi tontonan, atau bahan tertawaan, pada sekotak dunia yang penuh kemunafikan. matanya terpejam, mungkin dia sedang menghayal terbang.

Friday, November 09, 2007

tentang bayangan

sudah beberapa kali pertanyaan itu keajukan, padamu atau pada namanama yang entah. pada gerimis sore yang menutupi senja hingga membuat cahaya jingganya melengsek masuk tertutup abuabu yang semakin membuat menderita. atau pada pagi yang cerah, pada sepi yang sama, sebelum manusia terjaga dan berpesta pada riuhnya dunia.

apa nama pohon itu, dengan bunga kecil ke kuning - kuningan, yang begitu rapuh, dan akhirnya menyerah pasrah pada tiupan angin yang serakah?

melihatnya seringkali mengingatkan akan diriku sendiri, akan sebuah perjalanan yang seringkali kuceritakan dengan berlebihan. bagaimana tidak, setelah sekian lama pohon itu berdiri, dan mungkin sekian kali pula aku lewati, baru kali ini, kusadari tentang adanya. tanpa sebuah nama. tidakkah aku tak begitu jauh berbeda, bahkan bayang-bayangku pun tak berjejak, ada diantara ketiadaan. mungkin suatu hari, kamu hanya mengenangku selintas pada serakan wajah yang pernah mampir tak lama. mungkin seperti itu. atau bisa jadi, ingatmu tak berbekas. menguap begitu saja.

tak mengapa. aku tidak sedang gila. seperti kata si penyair tua, yang entah mulai kulupa, katanya toh daun - daun pun tak bernama. apa bedanya dengan kita, jika suatu saatpun, kamu tetap akan lupa. pada gerimis enggan yang jatuh pada suatu senja. pada malammalam ketika namamu kusebut perlahanlahan, pada pesan pendek manis yang kamu tuliskan untuk kesekian. pada pemujaan, yang membuatku terbang. toh masih sama bukan?

jadi biarkan saja kutikam jalangnya malam, diantara lorong lorong sempit ingatan yang masih saja terabadikan. antara labirin kenangan yang berputar putar memabukkan, pada bangku panjang dimana kududuk sebagai penonton bayangan dalam drama kehidupan, sambil terus saja bergumam,

apa nama pohon itu, dengan bunga kecil ke kuning - kuningan, yang begitu rapuh, dan akhirnya menyerah pasrah pada tiupan angin yang serakah?

Thursday, November 08, 2007

tentang inspirasi

sudah entah kali keberapa saya bilang kembali, kembali menulis, kembali ke dunia blog. tapi lagi-lagi, saya malas. maka mulailah saya mengkambinghitamkan semuanya. mulai dari tumpukan pekerjaan yang tak kunjung surut, padahal saya dibayar untuk menyelesaikan pekerjaan, dan bukannya membuatnya seakan2 penyebab saya tidak bisa ngeblog, lalu saya juga mulai menyalahkan kerutinan yang membosankan, dan paling parah, saya mulai menyalahkan waktu, kenapa hanya ada 24 jam! sedangkan saya rasa saya memerlukan lebih dari itu semua.

padahal jika diliat2 lagi, tidak ada kesibukan yang benar-benar menyita waktu saya. sesekali pulang kantor ketika matahari sudah tenggelam hanya dilakukan kadang - kadang. singgah di kedai kopipun sebenarnya masih sempat untuk dilakukan, toh berjalan sedikit memutar ke arah pantai kuta sambil duduk di bangku panjang, tak kan membuat waktu saya semakin tersita. bukankah kesenangan tetap menjadi hal yang istimewa, dan bahkan kadang harus ditebus dnegan harga mahalnya? mengirim pesan pendek ke beberapa teman untuk menyambung hubungan hanya menyita sekian menit saja, yang sayangnya, tak pernah terlintas untuk saya lakukan. yah, saya makin terkubur, dan saya mengubur diri saya semakin dalam. memaklumi, memaafkan, dan memanjakan diri dengan kemalasan.

parahnya, saya mulai malas mikir. mulai malas untuk menerjemahkan pikiran saya, apalagi untuk menuangkannya ke dalam kata - kata. pokok dari semuanya, hal hal yang terjadi di sekitar saya, melintas begitu saja, tanpa sempat saya membuatnya berhenti sejenak di ingatan saya. mungkin memang berlebihan, tapi seringkali saya memirip-miripkan diri saya sama michael scofield di serial prison break, bedanya ketika michael suka menganalisa kerja sebuah mekanik, saya suka menganalisa kejadian ga penting, hehe. hal yang tidak pernah lagi saya lakukan.

tapi mungkin memang pagi ini saya memang sengaja disentil untuk menulis lagi. yah, biarpun saya tidak pernah lagi menulis, saya tetap tidak bisa meninggalkan kebiasaan blogwalking. dan dari satu link, dari satu kata - kata, tak jarang saya tersesat ke kata - kata lainnya. dan ini menyenangkan. pun ketika saya tersesat di salah satu blog, yang saya baca dari blog si ndoro. yah, saya memang menyukai blog - blog yang puitis, saya menjadi lebih gampang untuk meresapinya, memposisikan diri saya seperti si penulis.

dan begitulah ketika saya membaca blog ini, seakan deja vu, apa yang dia tulis , perasaan ketika membaca tulisannya, seperti pernah saya rasakan. mungkin pada suatu masa yang entah. dan kata - katanya, seperti tak lagi asing buat saya. tapi bukankan dunia sendiri adalah rangkaian pengulangan - pengulangan? bisa saja saya menemukan kata yang sama entah di ranah yang mana. bahkan terpikir, kata - kata itu mirip dengan apa yang pernah saya tuliskan. tak begitu yakin, karena sayapun terkadang merasa asing dengan tulisan yang pernah saya goreskan. yah, begitulah.. emosi memang seringkali tak pasti, dan ketika dihadapkan pada kondisi yang tak lagi sama, saya pun seringkali tak menyadari, pernah berada disana. ya, masa lalu tak ubahnya lelucon yang membuat saya seringkali berfikir, ah..benarkah saya se tolol itu?

tapi karena keisengan, dan ehm..saya lagi tak ada kerjaan, saya pun googling tentang tulisan - tulisan itu. dan voila!!! saya menemukan link ini, ini , dan ini, serta ini. penggalan - penggalan tulisan terangkum salam satu postingan tersebut adalah tulisan saya. uhuk.. uhuk.. saya jadi ngerasa tersanjung, ada sedikit rasa bangga, dan kesombongan manusia, hahaha, bahwa saya memiliki silent reader, yang sudi membuka arsip - arsip lama, dan menuliskannya lagi dengan begitu indahnya. bahkan menginspirasi si ndoro itu, orang yang saya kagumi diam2 :D untunglah saya sedikit lebih sibuk dari si mbak sarah yang cantik ini, sehingga tidak sempat membuka arsip2 beliau dan mendapatkan inspirasi darinya. eh.. mencomot2 tulisannya ding!! lalu merangkaikan satu paragraf baru, hehe.

ah, tapi apa yang asli di dunia? bahkan hari - hari pun tak ubahnya rangkaian pengulangan yang sama. same shit, different day. no?