.....
+ eh, kemaren malem pas lagi mo nindik di ramayana, ketemu superhero elo tuh.
+ dia kayaknya berusaha nga liat gw
+ tapi gw liatin dan gw senyumin dia senyum kepaksa gitu
+ padahal kalo aja dia senyum biasa dan berhenti sejenak, gw pasti akan hampirin dia
+ ah, ternyata gw terlalu berharap banyak yah?
- hahhaha
- sudahlah..
- mungkin emang lo harus brusaha untuk ngrelain ajah begitu
- biarin dia dengan perputaran hidupnya, dan kita ma perputaran hidup kita
- capeee boooo... untuk bikin semuanya baek2 saja
+ lo nga pernah ketemu dia lagi?
- nggak
- trakhir ketemu pas company dia launching kapal baru
- krn emang trakhir gw samperin dia beberapa bulan lalu, gw pernah blg.. enough. dan udah terbayarkan smuanya, jadi setelah ini kita udah kek mulai smuanya dr nol.
- eh, tapi pas launching kapal itu... gw sapa kok, cuman dijawab ma senyum dingin seakan gw makhluk alien yang akan mengganggu kesenangan dia. dan dia belagak kek my eyes stare at him all the time
- jadi pasang gaya.
- malasssss
+ gw jadi ngebayangin perasaan elo kala itu
- iyah
+ penting yah belagak depan lo?
.....
mungkin sebaiknya memang kita mengabadikan kenangan akan seseorang atau sesuatu sampai segitu saja, sampai pada titik terbaek yang kita kenal darinya, dan tak perlu lagi, mengotorinya dengan segala pikiran serta prasangka setelahnya.
selamat hari senin!
hanyalah barisan coretan yang membentuk kata, lalu berakhir pada cerita, tentang seseorang yang belajar untuk dewasa dalam dunia kekanak-kanakannya.
Monday, February 26, 2007
Friday, February 23, 2007
tentang pasrah
"itulah yang selama ini kita cari, kepasrahan untuk menerima kematian. andai pada akhirnya kita tahu, bahwa pada dasarnya kita mampu menerima kematian dengan pasrah, berarti kita akhirnya juga dapat mengerjakan yang paling sulit."
yang mana?
"pasrah menerima hidup."
(p.185, tuesday with morrie.)
**one of valentine gifts from you.
yang mana?
"pasrah menerima hidup."
(p.185, tuesday with morrie.)
**one of valentine gifts from you.
Thursday, February 22, 2007
tentang sapaan tak diharap
gapapa kok. hanya berusaha memberi pelajaran tentang hak mengurusi kehidupan orang lain.
okie, saya tau terkadang saya menjadi orang yang sangat menyebalkan. bahkan mungkin itu nantinya yang akan diingat oleh sebagian orang ketika saya sudah tiada.
menyebalkan.
yah, memang begitulah saya. saya kenal betul sifat saya yang itu, diluar sifat2 dan kebiasaan saya lainnya. termasuk ketika saya menanggapi pesan pendek yang saya terima di friendster ,
"ganti status, jeng.. foto mesranyah dah dimana2."
heh? agak kaget memang saya menerima pesan tersebut. pertama, karena saya tak mengenal pengirimnya, kedua karena isi pesannya menurut saya terlalu berani. berani mengganggu daerah pribadi saya maksudnya. ya ya , internet adalah konsumsi publik. tapi apa itu berarti kita berhak masuk dan mencampuri urusan orang laen? ah, dunia internet memang sudah menjadi dilema, satu sisi kehidupan pribadi terobral secara terbuka, dan dilain sisi, banyak sekali yang mengira semua itu bisa diacak - acak begitu saja.
hey, lagilagi masalah pilihan, yang selalu datang satu paket konsekuensi.
tapi bukankah itu sama saja artinya dengan ketika seseorang sudah menjadikan area pribadinya menjadi konsumsi publik dengan meng-upload di internet, dia harus siap menerima komentar baek itu yang pedas maupun yg enak didengar? ya, bisa juga diartikan begitu. tapi bukankah bisa juga diartikan, jika siap mengomentari tanpa permisi, maka siap juga dicaci maki? hahaha, tentu saja saya tak mencaci makinya. kali ini saya hanya berkata,
"aduh, ganti status dan majang foto mesra ma pacar seh sah ajah, toh emang pacaran ini. meski ga menutup kemungkinan akan menyakiti beberapa pihak, salah satunya yang denial dan masih masang2 foto mesra padahal lakinya dah koar2 klo putussss... betewe, kamu siapa nyuruh aku?"
oppppsss, seharusnya kalimat seperti itu tak harus saya katakan padanya kalau saja dia tak mempunyai percaya diri yang tinggi untuk mengutak atik area saya. yah, selamat datang di sekolah kehidupan.
**special credit to nana, wanita lemah lembut yang baik hati. tapi kejujuran memang kadang tak menyenangkan yah na?
Subscribe to:
Posts (Atom)