Wednesday, April 18, 2007

tentang kemenangan

iyah, mungkin krn dunia tetap segitu saja dengan penduduk yang makin berlipat jumlahnya, jadi tiap orang berebut untuk mendapatkan tempat dan kedudukan. melebihi yang lainnya.


dan segala perdebatan sepertinya menjadi konyol. tak lagi berdiskusi untuk menentukan mana yang salah dan mana yang benar, meskipun tidak ada kebenaran dan kesalahan yang absolut. tapi tetap saja semua ini semakin memuakkan ketika yang diperebutkan adalah kedudukan. superiority.

bukankah lamalama ini semua tak lebih dari sebuah rimba? ketika yang kuat menguasai yang lainnya. tak usah lagi perlukan identitas, tak penting. tanggalkan saja ideologi, dan biarkan smeua terbeli oleh popularitas. berasa hebat untuk membabat. numerologi. kuantitas. dan buang saja kualitas serta atribut jati diri.

ketiga egoisme dan keakuan menutup mata dan telinga. padahal, apa artinya orang katakan hebat, jika diri sendiri tak merasainya?

5 comments:

Mochtar Han said...

hebat dan tak. adalah lahir dari pengakuan. lebih tak perlu jika kita sendiri yg mengakuinya. bukankah orang gila juga hebat ? dengan mengatakan selain dirinya gila ?

seandainya kita bisa jadi cermin untuk wajah kita ya,

lavender said...

bu...kuakui dia terlalu hebat!

**kabur sebelum dianiaya dewi**

mata said...

buruk muka cermin dibelah ya wii...???

tapi kadang ngerasa bener juga tentang hukum alam itu. yang kuat menindas yang lemah.

rama said...

ah, kaw tak usah iri padaku berlebihan seperti itu. aku emang superior, tapi sumpah, ini adalah gift dari tuhan. hehehe... jangan iri ya dee!

gita said...

hebat, deskripsikan padaku buw...5huruf itu ;)