Friday, April 27, 2007

tentang pikir(k)an

mungkin memang masalah tak sepelik ketika di pikir(k)an.


tapi, cukupkah rangkaian huruf menerjemahkan rasa dan tanya?

10 Comments:

Blogger eva said...

kadang lebih pelik ketika dijalani, tapi lebih baik daripada dibenamkan lalu lalang tak tentu arah di kepala dan malah tak membawa kemana-mana

*mungkin*

happy wiken mbak!
kabar sayah.. lagi sedikit tak enak rasa :)

8:22 PM  
Anonymous pria.purnama said...

untung ada masalah yang pelik, kalau ga ada hidup akan hambar. ya kan? ;)

8:59 PM  
Anonymous an said...

hidup memang sulit, jd tak laik jika kita persulit, kan ? :) kita hadapi saja dengan strategi,

nyali. :)

3:52 AM  
Anonymous lav said...

masalahnya itu, justru menjadi masalah ketika masalah itu dipermasalahkan...

puyeng ahh...

8:55 AM  
Blogger MAY'S said...

tanpa masalah kita akan mati
jadi biarkan masalah tetap melingkupi kita agar kita dapat bertahan hidup...

1:58 PM  
Anonymous crushdew said...

pikir(k)an hal yang rumit..justru asyik ketika terjebak kerumitannya

*wink mlayu ah*

6:15 PM  
Anonymous crushdew said...

pikir(k)an hal yang rumit..justru asyik ketika terjebak kerumitannya

*wink mlayu ah*

6:17 PM  
Anonymous tito said...

ada dua hemisfer otak. Ttu yang bikin pelik :p

1:20 AM  
Anonymous venus said...

ruwet :p

2:35 PM  
Blogger Mochtar Han said...

pelik, tak, dalam otak. semua dapat dijerat kata-kata, sehingga dengan jeratan itu bisa agak teringankan... dibaca, diratakan, dirampungkan. menjadi pengalaman

6:00 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home