Wednesday, November 28, 2007

tentang duniamu, maya!

dear maya,

apa kabar?

disini, duniaku sedang baik-baik saja. malah kelewat baik-baik mungkin, hingga aku merasa ada yang salah dengan ini semua. kamu tau bukan, mungkin aku diciptakan dengan sedikit kadar sense of happiness, sehingga aku merasa sulit untuk bahagia. bukannya aku tidak bersyukur atas apa yang aku dapatkan sekarang, toh tolak ukur kebahagiaan bukan sebuah pencapaian, bukan?

aku merasa, ada yang salah. tidak seperti ketika jatuh cinta dan kamu merasakan kupukupu terbang di perutmu. tidak seperti itu, karena ini bukan kupukupu, melainkan sudah bermetamorfosa menjadi ulat bulu, yang meski ulatnya mungkin sudah hilang, tapi gatalnya tetap berada dimanamana, dan kamu tak tahu lagi dimana menemukan sumbernya. lalu hanya berjejak gelisah.

tapi sudahlah, sudah cukup mungkin dengan duniaku. aku ingin tau apa yang terjadi denganmu. sepertinya disana sudah tak lagi menyenangkan seperti dulu ya? dimana imajinasi, untuk digoreskan tanpa perlu menyakiti. bukankah seharusnya menulis adalah kesenangan. mengabadikan kenangan, atau hanya sekedar untuk meninggalkan catatan-catatan kosong belaka. tanpa perlu merasa terintimidasi, untuk menciptakan dunia sendiri.

kamu juga tahu bukan, aku tak suka berbasa basi, dan mengunjungimu disana sudah tak membuatku nyaman lagi, duniamu makin mirip saja denganku disini. tidakkah kamu merasakan hal yang sama, ketika yang ada hanya prasangka. tidakkah bisa menyingkirkan rasa curiga, politik, intrik dan membiarkan semua berjalan begitu saja. mungkin memang kebebabasan berbanding lurus dengan toleransi. dan sejauh mana aku dan kamu harus bertoleransi, pada ketidaknyamanan yang semakin mengusik kita ini? memaklumi semuanya, seolah tidak ada apa - apa.

ah, maya. tak kukira semua akan seserius ini, karena memang seharusnya tak seserius ini bukan? karena serius hanya akan menjemukan. aku tak suka menjadi jemu atau bosan. jadi maya, mari kita acuhkan saja mereka diluaran sana, dan bersulang, untuk kesenangan - kesenangan yang sempat ingin ditinggalkan. untuk kenangan-kenangan yang tertuang karena ingatan terlalu sempit untuk menyimpan. dan untuk coretan - coretan ketika telinga terlalu tuli untuk mendengarkan, dan kata hati sudah digadaikan, demi sebuah ketenaran.

mari, disini saja, di sudut, kita akan mulai. lagi.

dari,
aku yang sedang resah dan kebingungan sendiri.

kuta, endapan 2 hari.

12 comments:

MnX said...

huehehe... akhirnya non!

kebebasan berbanding lurus dengan toleransi? hmm... *mikir,pusing,sakit kepala!*

mboh wis, pokoknya tengkyu aja buat ngrumpi sorenya... ^_^

venus said...

wuiih, harus komentar apa nih?

*bingung*

aprikot said...

keresahan yg kita bicarakan kemarin itu bukan buw? ktika smuanya menjadi lebih baik justru kita yg menjadi tidak lebih baik ;)

Hedi said...

jadi, 2 hari di kuta itu belum juga bisa memunculkan sense of happiness...segitu susahnya ya Dew?

poetra said...

hai juga, salam balik dari penghuni maya =)

crushdew said...

jujur sebenarnya aku ga perlu dan keknya emang ga dibutuhkan komentar di sini....selebihnya yang tersisa adalah aku, kamu dan dia, bagian dari kemayaan itu sendiri, menekuri cerita-cerita palsu dalam buaian kebosanan....benar katamu mungkin, kita manusia-manusia yang sulit bahagia..

*2 thumbs up, akhirnya terposting jugag...

Silverlines said...

I feel you. I really do.

On a very lighter and unimportant note, isn't it that a caterpillar changed into a butterfly, instead of the other way ?

dafrizal said...
This comment has been removed by the author.
ichal said...

ikut bersulang demi sebuah ketenangan dan kebebasan menuliskan beragam angan!!

aprian said...

lho? kuta? bali to?..hihihihi

ya ya ya..rasa bahagia

yati said...

hei... :) sudut sebuah persegi memang diciptakan untuk meringkuk dengan nyaman.

nyambung ga seh? :p
oh iya, saya membuka2 lembaran blog lama lalu menemukan jejakmu di sana.

rama said...

I know you are really good at writing,
But now I suggest you to read a lot more about science or something, karena tak pernah ada metamorfosa terbalik dari kupu2 menjadi ulat bulu. itu degradasi namanya, bukan metamorfosis, huahahaha...
Don't be to serious dee... it's fun to live in both sides, real and unreal :)