Wednesday, August 09, 2006

tentang ketakutan

kata temenku, apa coba yang ditakutkan dari menjadi gila. padahal, jadi gila loh, ga bisa ngerasain apa2.


hahaha, iyah. benar memang kata teman-baek-saya-yang-hampir-gila itu. mungkin bukan kegilaan lah yang terlihat menyeramkan, melainkan proses menuju kesana. bagaimana suatu kesakitan yang terus menerus disiram cuka, dicabik-cabik, dan diperasin jeruk nipis *halah*.

mungkin memang bukan tempat akhir itu yang menakutkan, melainkan rangkaian jalan yang harus dilalui untuk berada disitu. ah, mungkin itu juga yang membuat saya seringkali tak pernah berani kemana - mana.

pengecut? iyah!!!!

saya hanya punya setengah keberanian, dan setengahnya lagi, tak ada nyali.
dan akhirnya, hanya membuat saya kembali lagi, berputar - putar pada kotak yang sama, zona aman, yang sebenarnya hanyalah semacam bom waktu, dimana suatu hari akan meledak. dan apabila sudah meledak mungkin saya tak mampu lagi berjalan, yang ada mungkin hanya kemampuan untuk terbang. tak lagi bisa mengontrok navigasi, karena semua hanya berupa letupan, menempatkan saya, pada suatu kondisi, atas nama keterpaksaan.

jadi, masihkan ingin hanya menunggu dan melarikan diri??

5 comments:

-g- said...

padahal, dunia diluar kotak itu, mungkin lebih asyik untuk dijelajahi loch wi

vnuzday said...

Dunia luar kadang tidak lebih baik dari dunia dalam. :D

Tapi ya seperti biasanya, Jangan takut dengan yang akan terjadi dan yang tidak akan terjadi.

~fitri~ said...

hai pakabar wi?

takut itu kata orang2 jamdul karena we do think a lot, disamping ketidaktahuan. langsung jalanin aja, dan jangan dipikirin dulu. bisa dicoba. siapa tau hal itu justru bikin gerakan kita maju meski sesenti sekalipun.

oh iya, leyot barumu apik.

crushdew said...

katanya ciii kalo da yg ngaku dirina gila justru orang waras ciii...

cupu said...

sebenernya apapun yang kita pilih resikonya sama aja. apalah yang kita peroleh dari hidup kalau kita nggak pernah kemana-mana dan mulai untuk mengambil resiko?