Thursday, August 31, 2006

tentang rindu

seandainya kamu mutan, kekuatan apa yang kamu inginkan?


saya tersedak mendengarnya, pertanyaan yang terlontar dari seorang yang selalu berpijak pada dunia nyata. bahkan katanya, hantupun bisa dijelaskan dengan logika.

dan setelah kedua kalinya dia bertanya, tak kunjung saya bisa berkata - kata. ayolah, kita menghayal sesaat, katanya. saya tak pernah berpikir menjadi orang yang berbeda. tapi sepertinya bukan sebuah dosa, jika saya mulai membayangkannya.

ya, jika saya boleh bermimpi, saya ingin melambungkan imaji. saya ingin menghilang, dan menjadi benar - benar tak berarti.

kenapa, tanyanya.

karena aku sangat merindu. dan terlalu pengecut untuk bertemu. tak ada muka, tapi aku ingin berada di sisinya. tak usah dia tau, ketika aku mencumbu. membelainya, ketika dia pikir aku tak ada. meraba muka, mata, dan berakhir di telinga. menemani, dalam kamar persegi, ketika malam mulai mendatangi. berbagi bulan, sambil mengurai kenangan. lalu, mendengarnya menyanyikan lagu, dan berharap itu untukku. ahhh..kamu tau, rindu bisa membunuhku.

tapi hanya satu tegukan tersisa, karena saya bukan sia - siapa.

**untuk kamu, di bayang masa lalu, apa kabarmu?

10 comments:

Aryo Sanjaya said...

Menyadari kenyataan (eling lan waspodo), menerima bagian (nrimo ing pandum) dan bersyukur. Aku rasa tanpa menjadi mutant sekalipun, kita sudah menjadi mahluk yang kuat di muka bumi, termasuk menghadapi rindu.

Salam kenal ;)

onanymous said...

walah, invisibel...gaswat itu, nanti macem crita wonder woman lagi ml ama invisibelman, tau-tau karena superman sang supercepat nepsong sama wonderwoman lansung tembak ditempat..ternyata, yang jadi korban si invisibelman deh...
amoral setorinya jangan ml dengan jendela kamar terbuka...nanti superman nylonong lho!

venus said...

karena aku sangat merindu,dan terlalu pengecut untuk bertemu..weikzz,ini sih cerita true story-nya gw, dew..hehehe...

cupu said...

apa iya orang 'abu-abu' lebih nyaman untuk tidak mencari kejelasan dari apapun? sehingga setiap hal dibiarkan mengambang di antara dua hal yang berseberangan. kalau memang itulah kenyamanan, sebenarnya mudah untuk mendapatkan kenyamanan bagi orang 'abu-abu'; dengan hanya percaya pada asumsi sendiri bahwa semua hal baik-baik saja, mereka telah mendapatkan apa yang mereka cari. sama halnya mungkin buat kamu yang memilih untuk tidak mau lebih memeprjelas apakah "ia" pun menyimpan kerinduan yang sama denganmu? karena kau takut merusaknya. iya, kau terlalu takut merusak apa-apa yang kau pikir dapat menjadi abadi, menempel di langit-langit; yang dapat kau pandangi setiap saat tak lekang oleh waktu.

bebek said...

mengenang masa lalu nih... ga usah diinget-inget lagi yang dah lalu, bahaya lohh... ntar kalo yang baru jeles gimana??

snydez said...

waktu masih single, pengen punya kemampuan teleportasi.. ;)

~fitri~ said...

memang rindu datengnya suka nggak kenal waktu ya wi. pernah tuh aku ada di posisi kamu sekarang. rindu orang di masa lalu, tapi ya nggak bisa ngapa2in kecuali ngrasain rindu itu sorangan wae.

kalau udah gitu memang paling enak jadi invisible. dateng dan ngapak2no si terindu. heheheh.

vnuzday said...

Aku jadi Magneto aja deh.. :D

yoyok said...

aku,
mutan penguasa pikiran manusia

aku,
mutan yang tak bisa menguasai hati manusia

mil said...

rindu jadikan ketidakmungkinan yang mesra bersarang dan beranak pinak tanpa kita tahu..