Monday, January 22, 2007

tentang penasaran melelahkan

curiosity can kill a cat.
poin delapan puluh tujuh.

dan memang begitulah saya. seringkali penasaran adalah alasan terkuat saya untuk melakukan sesuatu, meski tak jarang sesuatu itu adalah kebodohan, dan kekonyolan. tapi lagi - lagi, saya juga percaya, bahwa sebodoh atau sekonyol apapun suatu hal, tidak akan sia - sia. karena segala sesuatu memang terjadi atas sebuah alasan, perlu atau tidak saya tahu alasannya.

kalau masalah uji nyali, saya yakin, nyali saya tak besar. saya ini penakut. tapi terkadang ketakutan itu terkalahkan oleh rasa penasaran. believe it or not. saya ke bali lulus smp, naek bus sendirian dari kediri. ughhh. bisa di bayangkan 12 jam di bus sendirian untuk anak imut2 seperti saya? pertama kali pulak. ortu saya sudah mencak - mencak, tapi dengan tampang sok yakinnya saya, mereka akhirnya menyerah juga. kurang keren? hihi. trus, dari kelas 1 smp, saya sering menghabiskan liburan dengan mengunjungi tempat2 sahabat pena saya yang notabene tak pernah ketemuan. uhhh, dulu hoby saya adalah cari sahabat pena sebanyak2nya. mendapai pak pos mengantarkan surat untuk saya rasanya sangat menyenangkan!! jadi, liburan adalah waktunya jalan2 ke bojonegoro, cepu, jogja dan kota2 laennya. mungkin benernya sahabat pena cuman jadi alasan yah, saya ini doyan keluyuran. sayang kebiasaan ini menghilang pelan- pelan. apalagi sudah kerja, susah cari waktu. lagi - lagi uang harus ditukarkan oleh kenyamanan yang memang mahal.

tapi akhir minggu kemaren, saya nekad. saya penasaran. jadilah saya dan partner in crime ke lovina. ga jauh sih, tapi untuk satu tempat yang terkenal dengan miskinnya angkutan umum, ini jadi satu tantangan. starting dari tabanan, ternyata ga susah2 amat ke lovina. tinggal naek bus satu jurusan, nyampe. 2,5 jam. mungkin klo dari denpasar hanya sekitar 3 - 4 jam. itupun sempat berenti untuk beli rujak. nginep di salah satu resort partner kerja kantor. sayang, krn otak memang terprogram untuk liburan, yang dilakukan hanya malas2an seperti singa kekenyangan. malemnya sempet jalan jalan, gelap2an, satu kilo, dan berakhir dengan kembali ke hotel perut lagi kelaparan. cuman semalem. dan besoknya sudah bangun kesiangan. maunya ngeliat sunrise, atau dolphin show yang emang terkenal di lovina, tapi apa daya, bener2 kelelahan. menyimpan energi untuk baik ke denpasar. klo berangkat cuman 2,5 jam, baliknya we spent 4 hours to get tabanan!! hueh.. maklum, salah strategi. backpacker amatiran. ga tau klo bemo dari singaraja itu paling telat jam 12 siang, setelahnya digantikan oleh bus yang jalannya super duper lelet. sempet beberapa kali berenti untuk makan duren, beli anggur dan es krim. halah. bener2 perjalanan yang menyenangkan. sayang musti buru2 pulang, karena ada pertunjukkan teater malemnya, dan sangat sayang untuk dilewatkan.

ah, jadi inget kekhawatiran beberapa orang oleh rencana saya. padahal baru juga tabanan - lovina. apa jadinya kalau jawa - bali seperti yang sudah kami rencanakan? denpasar - jakarta - bandung - jogja - solo - kediri - malang - surabaya - denpasar. anyone join?

6 comments:

rama said...

yeeeeeaaaaaahhhhh!
wiken yang menyenangkan, tak seperti diriku disini yang berhibernasi seperti beruang kutub dee..

aku daftar ya!

nananias said...

liburan pake rencana? i pass :)

asikan dan seruan tanpa rencana!

lavender said...

yukk berangkat yukkk.... kapan neeh??
malah diem gini malah pegel buuu

venus said...

beuuuuhhh...jalan2 teroooossss...:D

luigi said...

I guess fulfilling a long awaited journey that quench your curiosity can really become a food to the mind..

Congrats! keep up the curiosity high!

Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat..

jt said...

kalo saja bisa diceritaken rasanya menunggu bis dari jam 2 sing ampe jam 3 pagi... :(
huuuhhhhhhhh rasanya menunggu