Friday, September 01, 2006

tentang yang tertinggal

aku, celana. ketika dia menemukanku, aku sedang tergantung manis di sebuah jendela. tentu saja, pada deretan toko mewah yang ada penjual kaki lima di depannya. dua pemandangan yang berbeda, kesenjangan nyata. dan ketika aku dicobanya, yang ada aku hanya jadi pelengkap dia yang sudah sempurna. kaki jenjang melenggang di depan kaca. dan diam - diam, aku yang jatuh cinta. berdoa mengharap untuk dibawa. tapi selanjutnya justru kecewa, karena dia lebih tertarik untuk melirik tetangga.

aku, buku. tak menggoda dengan muka menipu. pasrah saja ketika seseorang mengambilku, karena aku tau fungsiku. apalagi jika tidak untuk menyimpan rahasia tabu. ya, mereka senang untuk memeliharaku, karena aku bisu. tak pernah meracau, apalagi mengadu. tapi ketika dia mulai menulisiku, aku sedikit terayu. apalagi jika dia mulai cerita tentang haru biru, ingin rasanya kubasuh airmata itu dengan robekanku. kami memang tidak saling mencumbu, tapi sehari saja tak bertemu, aku rindu. entahlah, kehadirannya sudah menjadi candu. sampai suatu saat aku benar - benar kelu, ketika tau dia akan membuangku, terserak diantara tumpukan sampah - sampah bau.

menyebalkan!!!

mungkin sebaiknya, tak usah datang sekalian, jika pada akhirnya hanya pergi dan meninggalkan kesan.


**terinspirasi dari pembicaraan dengan nona ini di kedai kopi. teuku umar tak pernah mati, huh?!

7 comments:

lavender said...

oyah...ini kalimat bekennya non

"Do not ever touch someone heart, if you know that you are going to leave them...."
kekekekke, seenaknya ae kan??

ps. lagi lagi ngoment lewat kompi pinjeman. hauhauhua

dewaz said...

"mungkin sebaiknya, kalian harus datang, dan jika pada akhirnya hanya pergi dan meninggalkan kesan, setidaknya aku menjadi lebih mengerti apa artinya realita".

venus said...

lhah! jadi, kamu siapa sebenernya? si buku atau si celana? hehehe...gw no comment aja deh kali ini, dew..cm mo ngasitau, gw mampir numpang baca :)

henri said...

teuku umar?

yoyok said...

kamu,
adalah kotak enigma yang begitu indah

bebek said...

keren banged penulisan dan cara penyajian'e... dadi penasaran ma yang nulis deh... hahahaha

NoY said...

klo pepatah lama mengatakeun..."lebih baik jadi raja sehari dari pada tidak sama sekali"
*opo iki*