Thursday, November 30, 2006

tentang ketakutan

hihihi. ternyata begitu yah rasanya lelah? ketika harus melompat - lompat diatas ujung karang - karang yang tersebar di sebuah pantai. bukan tentang berapa jauh dan banyaknya karang yang dilewati, melainkan lelah karena mengatasi ketakutan diri sendiri sampai - sampai tak bernyali, melihat dasar karang yang gelap dan tersembunyi. yang ada di pikiran, apa jadinya jika terjatuh dan mati? padahal bisa saja itu hanya ilusi yang kuciptakan sendiri. iya, aku melihat uluran tanganmu. pun merasakan ketika kamu genggam jariku, sambil berkata tak apa, dewi. tak apa. tapi tak bisa lihatkah kamu, kakiku hanya gemetar terdiam dikalahkan ketakutan sehingga tak mau sedikitpun beranjak pergi.


oleh-oleh liburan akhir pekan,
menepi dari riuhnya bumi.


**ini yang kamu bilang, sisi lain?

11 comments:

lavender said...

kamu ingat tentang karang pantai bulan lalu? takut untuk melewatinya tapi toch akhirnya berhasil tiba di seberang, berada di atas. Dan akhirnya menertawakan ketakutan diri sendiri untuk hanya melompati sebuah kayu...

Hei...bergerak nona! Jika kau takut melompat, cukuplah mulai dengan merayap...
kamu bukan orang tolol yang harus diam dan menikmati ketakutan ituh.

dewi said...

to lavender :
iyah!! ingat betul!! setelah mendaki2... cuman sisa melewati kayu ga sampe 2 meter dan ga ada nyali. oh, nooo!!! lain kali, mungkin perginya jangan kek kmaren, ngabur dari office untuk ke pante. karena celana kain hanya akan menghambat lompatan2 lincah kita khan, bu?!

ramacreebo said...

untung ada bapak2 yang nuntun itu ya dee... yang dengan santainya melewati kayu itu.
:P

gita said...

boleh aku berpegangan tangan padamu teman, agar tdk lagi takut melakukan lompatan, meski itu hanya lompatan kecil saja, bukankah itu awal sesuatu yg besar?

*terima kasih untuk ada di sini tdk hanya ketika keceriaan ada, tetapi juga ktika kepala ini tdk mampu terangkat teman, its mean alot to me*

Fan said...

Ikut nimbrung ya...

Hmm.. dilihat dari narasinya, (sekedar nebak ya...) nampaknya lokasinya seperti di daerah Ciamis. Di sana ada wisata air terjun. Lokasinya dikenal juga dengan sebutan "Grand Canyon". Air terjun itu dekat dengan laut (muara). Lokasinya hanya dapat ditempuh dgn boat selama 30 menit.
Di belakang air terjun itu ada gua. Tak mudah untuk memasukinya. Karena harus mendaki karang-karang terjal, di mana orang yg melewatinya dapat menimbulkan "ilusi ketakutan" seperti dalam narasi kamu..

Salam kenal

"Fan"

tabah said...

dari karang bolong yang d?

Anonymous said...

memberanikan diri adalah latihan mengatasi ketakutan.latihan yang terus, tiada henti.

crushdew said...

buw...mau menjauh dari riuhna kehidupan..ikut aku naek gunung yuk entar malemmmm..kutunggu deh!

rinnie said...

uluran tangan siapa tuh wi?

bebek said...

kadang aku ga tau takut karena apa, hanya saja ada 'takut' yang kurasa..

dirac said...

lelah..
lesu..
lunglai..
lemas..
cemas..
sigh, dan dilalui dengan indomie...