Wednesday, November 29, 2006

tentang rasa dan logika

katakan padaku, kemana kita akan pergi.

aku tau kamu tau aku begitu mencintai pantai. tapi untuk terus berlama lama disini sama saja membuatku mati. sudah kusiapkan segepok hati untukmu menemani, tapi jika kamu tak punya jawaban yang pasti, lebih baek aku menyingkir dan pergi.

aku tau kamu tau perjalanan tak harus dengan tujuan, sesekali singgah ke kedai kopi atau ke toko untuk menukarkan mimpi mungkin memang diperlukan. tapi berjalan tanpa sebuah pencapaian, seperti berlayar hanya mengandalkan angin yang penuh penghianatan.

aku tau kamu tau tentang uluran tangan yang kamu tawarkan. menggenggam jemariku tanpa satupun terlewatkan. tapi, dimana pelukan ketika aku begitu kedinginan.

aku tau kamu tau, semua ini begitu melelahkan.

**untuk yang sedang tergantung..

14 comments:

tabah said...

ndak ada hal yang ngak bisa kita bicarakan. mungkin bisa dijadwalkan mungkin?

Bila kau rela, sebentar saja temani aku menjawab pertanyaan ini:Saya dihinggapi pertanyaan: “Untuk apa bernegara?”.

nananias said...

menangkap bahagia rasanya pilihan bijaksana hanya ketika tersadari semua pilihan tidak pernah sendirian.

ramacreebo said...

dee, kamu menulis untuk itu ya dee?
untuk anu yang tergantung ya?huehehehe, kamu menye2 lagi dengan memposting ini.
btw angin gak pernah berkhianat dee.. gak ada pengkhianatan karena semua orang berhak memilih, hanya kekecewaan dalam ketidakdewasaan yang menimbulkan istilah pengkhianatan.
*akhirnya aku bisa menulis kata2 mutiara, huehehehehe*

gita said...

ttg rasa dan logika, kita coba pakai bersama sama wi, toh dua hal itu dicipta pasti ada maksudnya...*ngutip kalimat si bapak*

tabah said...

terimakasih sudah menemani aku menjawab pertanyaan yang mempertanyakan.

crushdew said...

dewi, aku sayang kamu deh!!!!

mata said...

ngga ada yang namanya tergantung. iya atau tidak itu saja.

Fely said...

Ketika lelah mulai menghampiri,
Ketika semua tampak buruk,
Ketika siapapun pergi meninggalkan kita,
Ketika semua terasa dingin dan hampa,
ada 3 hal klasik tapi manjur yang kau kudu tetep menyala di hatimu, jeng
IMAN, HARAP, dan KASIH

venus said...

kok sedih terus sih, say? ayo dong...cheer up :)

aprian said...

Kadang yang melelahkan memang bukan perjalanannya, tapi memutuskan kemana tujuan perjalanan ini. Dibutuhkan rasa dan logika untuk memutuskan ini. Apalagi ketika mars dan venus yg berdiskusi.. :D

bebek said...

logika dan rasa? kalo dewi lebih ke logical kan? :)

kramero said...

kuncinya adalah : sabar

rinnie said...

Rasa dan Logika?
Apa dapat berjalan beriringan dee?

Anonymous said...

keren...