Wednesday, November 01, 2006

tentang menjadi anak - anak

.....
+ tante, suami nenek adalah titik titik. kakek yah tante?
- *masih sambil makan* iyah.
+ trus tante, sesama tetangga harus hidup rukun titik titik agar damai berdampingan. hidup rukun apa tante?
- hidup rukun... hm, bentar, kak!
- *meletakkan piring dan mulai berfikir serius* hidup apa dong? yah hidup rukun dan damai?
+ kan udah.
- hidup bertoleransi? saling tolong menolong?
+ toleransi apaan seh tante?
- toleransi itu bla bla bla
+ jadi, harus hidup rukun apaan dong?
.....


saya dan keponakan cantik, rani. pada suatu akhir pekan. iyah, keponakan kecil saya, yang baru masuk TK, sudah mulai belajar untuk megisi lembar belajar di sebuah tabolid anak2. pelajaran untuk anak - anak tingkat SD. hihihi, itu yang saya lakukan pada kebanyakan akhir pekan. jika tak menemani mereka belajar, bermain rumah - rumahan, menggambarkan bunga2, mobil2an untuk diwarnai, pergi ke pantai dan berenang, yah saya akan membawanya ke taman bermain tengah kota.

kegiatan yang menyenangkan, karena apa yang kami lakukan hanya bermain, bermain, dan bermain. tanpa perlu memikirkan apapun, kecuali jam sekian sekian kami harus selesaikan permainan dan pulang ke rumah. ah, ternyata tetap saja kesenangan ada batasnya.

kembali ke akhir pekan itu, di sela2 saya dan kakak lagi nyante nonton tivi, sambil ngajarin rani mengisi lembar pelajaran. oya, pertanyaan itu adalah pertanyaan untuk pelajaran PPKN (atau PMP? atau..apalagi namanya?) untuk anak SD kelas 1. sebenarnya pertanyaan sederhana. tapi entah kenapa, saya tak menemukan jawabannya. sampai sekarang. hihi. sebegitu bodohkah? perasaan pas saya SD dulu, fine2 ajah ma pertanyaan2 kek gitu. menemukan satu jawaban, dan beres. tapi knapa skarang setiap kali ditanya, justru jawaban yang muncul jadi beragam adanya?

apa karena pikiran saya yang terlalu rumit? sehingga hanya untuk sebuah jawaban dari pertanyaan sederhanapun melahirkan banyak pertimbangan dan pilihan - pilihan?

.....
- kak, klo suami bunda sapa kak?
+ ayah dong.
- klo suami tante?
+ suami tante, hmm....TANDA TANYA!!!
.....


gubraksss!!!!

12 comments:

anima said...

bilang ama rani, tante dewi belum kawin xD

ramacreebo said...

suami tante ya berondong... ups!
*kaboooorrrr lagi....*

lavender said...

uhuk uhuk...
jadi batuk dahh

bebek said...

kalo bisa simple kenapa dibikin rumit? yang rumit emang ga bisa di-simple-kan?

gita said...

suami tante? yg pasti bukan kakek *loh* ah kita emang trlalu meribetkan hal hal kecil

yoyok said...

mungkin karena jawaban dari pertanyaan2 PPKN atau PMP itu adalah hal-hal utopia di dunia orang dewasa

yah...mungkin

oh ya,
suami tante ya paman
(sok polos :p)

yoyok said...

eh salah, maksudnya
suaminya tante ya oom...

halah, hilang sudah polosnya
:D

dirac said...

Selalu ada sisi anak-anak dalam diri kita, kecintaan untuk bermain. Hanya saja mainan kita sudah berganti. Dulu mobil2an dan boneka, kini..."pilihan"-kah??

snydez said...

anak SD kelas 1 buaknnya harusnya belajar nulis aja..
tulis tebel tipis
dan menulis angka?

*ckckc

crushdew said...

lho emang belum nikah yah...kirain???

rinnie said...

Hei salam kenal.
Sebenernya sering mampir ke blog ini, cuma gak pernah comment. Tapi kali ini postinganmu menggelitik ku untuk bercomment.

Kadang ada kalanya sebuah pertanyaan sederhana penuh dengan berbagai macam pertimbangan ini itu, and that's what I am facing it now!!

bintangjatuh said...

memang sudah saatnya sih tante,
sudah saatnya bingung dengan pertanyaan seperti itu