Wednesday, December 28, 2005

tentang ujung jalan

- menurutmu aku harus ksana or ga?
+ aku bilang janganpun, kamu tetap akan kesana, khan?


itu buruknya sifat saya. saya ini keras kepala, dan tak bangga dgn hal itu. sok-sok an meminta saran, padahal pada akhirnya, yang saya perlukan hanya tambahan keyakinan. bukan saya tak menghargai pendapat orang laen , tapi.. ya itu, saya 'sedikit' keras kepala, hehe. nekat-an.

pernah takut? sering. saya ini penakut, nonton filem horor ajah dijamin ga bakalan bisa tidur malemnya. ga nonton pun, masih suka berkhayal sadako ngintip saya dari jendela saking parno-nya. tapi lagi2 saya ini nekatan, sudah tau saya bakalan ga bisa tidur, tetep saja saya nekat nonton the ring, the eye. setelah nonton, bisa dipastikan klo saya akan gangguin kk saya untuk nemenin saya tidur. tapi itu dulu. klo sekarang, saya hanya tinggal ketok pintu kamar temen saya, dan menyusulnya tidur *weii..temen saya cewe kok, jangan ngeres!!* hehe, kok jadi ngobrolin filem yah?!

tadi ngomongin apa yah? oya, keras kepala dan penakut. saya memang penakut, tapi justru ketakutan-ketakutan itulah yang memunculkan motivasi untuk menemukan suatu jawaban. sedikit pencerahan dari jalan gelap yang panjang. bukankah sebenarnya ketakutan itu berasal dari pikiran kita sendiri? jadi, ketakutan-ketakutan itu bisa kita olah. semacam sikap defensif, waspada akan suatu hal dalam bentuk kewaspadaan yang dibuat berlebihan, sehingga kadang menjadikan sesuatu tak masuk akal. padahal, belum tentu yang terjadi seperti yang kita bayangkan akan terjadi khan?

dan saya juga nekat-an. beberapa kali saya mengambil keputusan yang tak saya tahu ujung pangkalnya kemana. yang penting memutuskan, dan menjalankan. diantaranya berakhir cukup baek, tapi tak jarang juga yang mengecewakan. ah, tapi persetanlah. lebih baek memutuskan dan berjalan, daripada menunggu dan diam. ga semua jalan itu lurus, ada yang berliku-liku, bahkan ada yang membelok tajam, atau justru tiba2 jalan itu membawa kita berbalik arah. begitupun dengan ujungnya. kadang kita berjalan karena melihat ujung jalan itu akan berakhir dimana. tapi kadang justru karena kita tak bisa melihat ujungnya lah, maka kita perlu untuk terus berjalan, kan?

P.S: terinspirasi dari kunjungan ke rumah kamu.
ahh, ternyata kamu ga seserem yang saya bayangkan,
hihihihi....

2 comments:

Demarco said...

Kita gag akan pernah tahu jika kita tidak mencoba :)

Jangan pernah takut dengan apa yang terjadi dan yang tidak akan terjadi.

thirteen said...

yeee kan udah aku bilang aku ini imut *wink wink* jelas aja aku ngag seram well meskipun omongan aku sungguh dewasa dan mempesonamu kan? hihihi..

ai, besok online jah? mari kita teruskan obrolan2 maha dahsyat kita! okeh jah, sayah mau bobok duluw :p