Friday, April 21, 2006

tentang perempuan, kamu dan aku

don't hate me 'cause i'm beautiful


Dear kamu,

nyadar ga klo hari ini tuh tgl 21 April? nyadar kalo hari ini tuh hari kartini? pasti nggak! mana pernah kamu inget hal - hal seperti ini. kamu kan yang selalu bilang, buat apa ikut berpastisipasi dalam acara yang belum tentu benar kita pahami maksudnya. ah, kamu!

dan suer, kamu pasti akan ngakak klo aku bilang, hari ini aku ngantor dengan berkebaya!! tuh kan, dah ngakak kan?! aku sebenarnya juga bingung seh, buat apa coba hari ini pake kebaya? pas aku protes kenapa musti berkebaya, temanku yang sesama jenis ma kita, bilang klo ini cara kita menghargai jasa ibu kartini. peringatan atas tercetusnya emansipasi oleh kaum kita. blah!

apa ga nyadar yah, kalo kita belum benar - benar mendapatkan pengakuan itu? di negara tercinta ini, masih banyak perempuan sebagai obyek. buktinya, RUU APP itu! bukankah sebenarnya RUU itu mendiskrimisaikan perempuan? aku tak keberatan kalo pemerintah mengatur pendistribusian majalah dan kaset - kaset prono, tapi klo sampe mengatur tata busana (yang sayangnya, perempuan), itu yang bikin aku gerah. contoh laen lagi, banyaknya pelecehan seksual di sekeliling kamu dan aku, dengan korbannya tentu saja kaum kita.

eh, ga usah jauh - jauh deh! kamu dan aku saja, yang sedang berada di puncak kesuksesan *tsahhhh*, justru susah mendapatkan pasangan, kan? hihihi. dengan banyak alasan, yang intinya, karena kita terlalu kewl. dari situ saja kita sudah tahu, kita belum benar - benar menerima pengakuan khan? padahal biarpun kita ini keren, berkarir cemerlang, tapi tetap saja kita bisa masak, bersih-bersih rumah, dan melakukan tugas perempuan lainnya kan? hehehe.

kamu masih inget si anu teman kita itu? disisi lain, emansipasi yang dia lakukan justru membuatnya kehilangan banyak hal. keluarga, suaminya, bahkan anaknya sendiripun akhirnya tak mampu dia pertahankan. dan smua terjadi karena dia memperjuangkan apa yang dia sebut sebagai emansipasi.

eh..bentar, menurut kamu, apa benar yang kartini inginkan itu adalah emansipasi dan kesetaraan gender? mungkin nggak, kalo kata - kata emansipasi, kesetaraan gender dan hal - hal seperti itu, kita sendiri yang ciptakan? bisa jadi yang di inginkan kartini bukan seperti itu. bukan pula semakin banyak wanita berpendidikan tinggi, berkarir yang cemerlang, tapi banyak juga diantaranya yang justru mengabaikan kodratnya sebagai perempuan?

tapi yang jelas aku tau, apa yang kita inginkan adalah sama. kita hanya ingin menjadi perempuan yang lebih baik, untuk melahirkan anak - anak bangsa yang lebih baek di tengah bangsa yang semakin hari semakin mengenaskan ini. itu kan inti dari emansipasi yang kita bahas terakhir kali kita ketemu di kedai kopi itu?

aduh, udah ah! semakin aku nulis panjang lebar, semakin aku merasa pusing. semua terlalu rumit. benar katamu, tak mudah untuk memahami makna dari sesuatu, makanya lagi-lagi, aku juga heran.. kenapa hari ini aku memakai kebaya yah?

selamat bekerja, teman!
jangan lupa, ini sudah hampir weekend. emansipasi tak akan membuat kamu berhenti memasakkan soup jagung untuk kita santap sore hari sambil mendiskusikan hal - hal ga penting lainnya kan? *wink wink*

dari,
aku

"Sampai sedemikian jauh, Kartini disebut-sebut di berbagai peringatan lebih banyak sebagai tokoh mitos, bukan sebagai manusia biasa, yang sudah tentu mengurangi kebesaran manusia Kartini itu sendiri serta menempatkannya dalam dunia dewadewa. Tambah kurang pengetahuan orang tentangnya tambah kuat kedudukannya sebagai tokoh mitos. Gambaran orang tentangnya dengan sendirinya lantas menjadi palsu, karena kebenaran tidak dibutuhkan, orang hanya menikmati candu mitos. Padahal Kartini sebenarnya jauh lebih agung dari pada total jendral mitos-mitos tentangnya."
**Pramoedya Ananta Toer dalam kata pengantar Panggil Aku Kartini Saja

8 comments:

partner in crime said...

ah gw selalu bangga jadi anaknya ibu kartini

nananias said...

ohhh kamu udah pengen punya anak! menciptakan generasi penerus bangsa yang lebih baik yah?

*kedip kedip ke arah pulau seberang*

mwihihihi...

lavender said...

memang susah jadi perempuan

Anonymous said...

salute!

vnuz said...

Aku takkan pernah mengerti dengan yang namanya wanita.
Terlalu sulit untuk dipahami.

loper said...

di dewakan dan akhirnya dianggap tidak tercela ( tanpa mengurangi rasa hormat pada Ibu Kartini ) padahal Kartini juga manusia biasa :)

b. gundul S. Farm said...

sepertinya dirimu kie mengrasani diri sendiri.... bener ora yoh???

crushdew said...

p.e.r.e.m.p.u.a.n
aku mengenalnya lewat emak-ku bukan kartini karena kartini hanya kukenal lewat kertas dan sejarah