Wednesday, April 05, 2006

tentang yang lebih baek

.....
+ apa waras ga seh..klo pikiran kita tertuju pada orang-orang yang itu - itu saja?
- yah waras ajah seh. secara kita khan biasa di kelilingi oleh orang - orang baek. jadi mo cari yang lebih baek itu itu sulit.
+ gw ngrasa dia yg terbaik mangkanya klo ma orang laen slalu ngebandingin.
+ ma dia itu gw slalu ngrasa nyaman.
- padahal bisa jadi..klo kita mo buka hati..ada nyaman dalam bentuk yang laen juga yah?
.....


obrolan pagi yang agak menye - menye ma tante ini. hehe. klo dipikir lucu juga obrolan saya ma dia itu. dari cela mencela, trus kadang misuh - misuh *oppss*, dan kadang..yah obrolan serius kek gini. yah, biarpun kami ini cewe - cewe keren *sigh*, tetap saja kami punya hati nurani dan haus belaian lelaki. halah, maksa!

eh, tapi tentu saja saya posting bukan cuman mo ngiklan *wink*. gara - gara obrolan itu, saya jadi mikir lagi. saya jadi bertanya lagi. tanya, tanya, dan tanya yang banyak sekali. terusik akan pikiran - pikiran lama yang sebetulnya tak pernah usai.

apa yang lebih baek itu ada?

seringkali saya mengeluh, tentang banyak hal. entah itu kerjaan yang mengharuskan saya untuk memforsir tenaga dan pikiran, dan mulai iri dengan teman saya yang bisa kerja sante sambil jalan2. bisa juga tentang kehidupan cinta saya *wink* yang tenang kek cerita cinderella, sampe akhirnya kek roller coaster seperti ini.

dan ke-iri-an2 itulah yang terkadang menggerakkan saya untuk mencari yang (saya kira) lebih baek. tentu dengan standard-standard kebaikan versi saya. harus begini lah, harus seperti ini lah, musti begitu bla bla bla. bahkan terkadang tidak menutup kemungkinan, langkah untuk mendapatkan yang lebih baek itu, justru pada akhirnya menuntun saya pada sesuatu yang fana, bahkan tidak ada. pada kesempurnaan yang hanya ada di pikiran.

dan tak jarang, karena terlalu fokus untuk mendapatkan yang lebih baek, dengan ukuran - ukuran yang subjectif, justru akhirnya malah meninggalkan zona nyaman dan mengorbankan banyak hal.

tidakkah memang semua sudah diciptakan pada porsinya? dan tinggal kita saja, bagaimana memfungsikan dan menikmatinya secara maksimal? bukannya seperti itu yah?!

Mungkin memiliki adalah hal yang sama sekali berbeda dengan menginginkan. Manusia terlalu lemah dan egois untuk mengerti mana yang benar2 ia butuhkan. Tidak ada yang tahu pasti. Mungkin itu sebabnya manusia saling menghianati, selalu mencoba menemukan yang lebih baik. Padahal yang lebih baik itu tidak pernah ada karena manusia memang tidak pantas mendapatkannya. **Subject: Re:


-aduh, apa tanya ini masih akan berakhir tanya yah?

6 comments:

balung said...

semuanya adalah bagaimana mensyukuri apa yang telah ada. dan telah diberikan.....

gita said...

hmm, menilik ulang patokan baik dan nyamannya kita wi, dan bukankah kuncinya ada didiri sendiri? *wink, tsah gw suka klo gw jadi sok expert gini, kekekekeke*

MnX said...

i get ur point!!

Mmm..menurutku punya "standar" itu gak salah. Ingin mendapatkan yang terbaik juga gak salah. Tapi bener kata Balung, apa yang sudah kita dapat, kita syukuri dan jalanin aja dulu..perkara "itu" adalah yang terbaik ato bukan, akan kita dapetin jawabannya sambil jalan..(tapi ati2 ya ntar jalannya nabrak lagi,huehehehe...)

nananias said...

hitung berkatmu. itu saja kuncinya *wink*

eh sayah kok tiada diajak ngobrol huehuehue.. *sorry ya ladies hari2 ini eke smakin sok sibuk sajah huhuhu*

vnuz said...

Selalu mensyukuri apa yang kau dapat hari ini, maka nikmatnya akan ditambah.
Manusia tak akan menyadari betapa berharganya sesuatu yang telah dipunyainya dan dia akan menyadari saat kehilangannya.

*ilang pokus*

foens said...

terkadang, kita sudah diberi melebihi apa yg sebenernya menjadi keinginan kita.
terkadang, kita sudah dicurahkan segala karuniaNya disekitar kita.
akan tetapi ......
terkadang, kita ngga sadar akan itu semua.
Terkadang, kita ngga mau tahu akan itu semua.
terkadang, kita terlalu mengacuhkan itu semua.
terkadang, mata kita ngga mampu melihat itu semua.
terkadang, hati kita ngga nutut tuk sekedar menoleh kpd itu semua.
terkadang, kepala tak mau capek tuk berpikir itu semua.
Padahal apa yg telah ada dan sedang terjadi adalah kemungkinan yg terbaik walaupun itu seburuk apapun,
Yakin aja bahwa itu memang seperti do'a kita tentang meminta yg terbaik buat kita.Tentu terbaik versi Dia drpd versi manusia yg penuh kekurangan dan khilaf ....