Thursday, April 27, 2006

tentang usaha, sebuah pilihan.

.....
"gw udah empet banget deh ma kerjaan sekarang. udah jam kerjanya lama, fasilitas yang gw dapet seadanya, belon lagi temen2 kantor yang resenya minta ampyunnn..trus, trus..belum lagi ditambah boss gw yang kek killing machine gituh. uhhhhh!!"
.....


ooooppsss! saya hanya cengar cangir ajah pas dengerin teman saya bercerita panjang lebar disela-sela jam makan siang. hihihi, permasalahan klasik! pikir saya saat itu. hampir setengah dari teman2 saya yang bekerja mengeluhkan hal yang sama, sisanya, mungkin memang benar2 menikmati kerjaan, atau malas untuk menyuarakan keluhan. memilih diam, dan pasrah. mungkin.

lalu saya jadi teringat diri saya, hampir setahun yang lalu. saat itu, keluhan udah identik dengan saya, hihi. ya, tiada hari tanpa mengeluh. dari jam kerja yang nine to seven (iyah, seperti itu saya bekerja!), dan seakan-akan tanpa hari libur, boss yang galaknya minta ampun, masalah2 yang disebabkan team dan harus ada di pundak saya untuk saya pikul, sampe..hal2 kecil yang kadang ga masuk akal untuk dikeluhkan. yang penting, mengeluh! hehe.

katanya, masalah itu jangan dipendam sendiri, lebih baek klo bisa mengeluarkan uneg-uneg. dan mengeluh itu salah satunya. tapi, seberapa sering kita mengeluh, meneriakkan masalah, tanpa berbuat sesuatu untuk menyelesaikan masalah itu?

yah misal tentang kerjaan tadi. klo kita hanya duduk diam, mengeluh, apa dikira keajaiban tiba2 datang dan menyelesaikan segalanya? yah mungkin saja, klo itu emang kehendak Tuhan. tapi plis deh, apa kita mau menunggu Tuhan melakukan keajaiban2 untuk kita? :D tidak, saya tidak sedang memprovokasi untuk megacuhkan Tuhan *halah*, saya sedang berbicara tentang usaha. an effort.

bukankah sering kita dengar, hidup itu memang dihadapkan pada pilihan-pilihan. ya iya lah, klo tidak ada pilihan, mungkin saat itu kita udah mati. lah, gimana orang mati punya pilihan? haduh, tambah ngelantur.

tadi mo ngomong apa yah? oiya, usaha dan pilihan. tuh khan, Tuhan baek banget, masi ngasi kita authority untuk milih dan usaha. lalu, kenapa kita hanya mengeluh dan menunggu? ya, ya..saya tau kamu akan bilang, mengeluh dan menunggu adalah pilihan. iya khan?! khan?! khan?! :D

tapi, daripada milih mengeluh dan menunggu keajaiban, kenapa tidak mencoba untuk melirik pilihan satunya? mencoba membuka hati *wesyeeettt..bahasanya!* terhadap peluang2 yang mungkin tertutupi oleh keluhan2 kita, dan mulai usaha. everyone deserves to get the best. no?!

dan klo misal ternyata pilihan2 itu justru membawa kita ke kondisi yang lebih buruk, yah..misal klo masalah kerjaan, justru membawa kita pada kantor yang jauh lebih *sorry to say* sucks, yah..ga usah nyesel lah. klo tidak begitu, mungkin tidak tahu, kalo ternyata daya banting kita lumayan juga. hehehe.

disaat kita dihadapkan pada suatu pilihan, dan mulai mengambil keputusan, bukankah saat itu kita sudah siap dengan segala konsekuensinya?

namanya juga usaha, nothing to loose lah..!! just go to the fullest!! *halah*

**eh, jadi inget ma postingan elo soale temen lo itu, non! dunia di sekeliling kita emang kejam!! i've been there, done that. *aw* :D

4 comments:

gita said...

pilih A, pilih B, yg penting brani memilih, soal benar ato salah, itu konsekuensinya

nananias said...

effort itu ada di sideblog saya :D

*komen ngga jelas*

b. gundul S. Farm said...

sik, iku sing komplain temenmu apa kamu seh aslinya
*kabuuurrrr*

lavender said...

keluhan kayak gitu sering nongol deh di YM gue...
huehue...btw, gutluck todee.
Kalo lolos, paling gak topik ngeluh di masukin peti es *sementara*