Wednesday, September 13, 2006

tentang tribute untuk pejuang

Aku adalah orang aneh di tengah dunia yang penuh anomali. Untuk tidak terhegomi, aku rela bertahan dengan pikiran absurd sendiri.

Aku adalah baju kusut diantara yang rapi. Tak melambai bersama lainnya, karena debu dan kotoran melekat padaku terlalu tebal untuk dicuci.

Aku adalah sebutir debu. Terlalu kecil menjadi pengganggu. Terlalu tak berarti di bawah kaki-kaki yang sedang berdansa itu.

Aku adalah penyakit menular, terlalu berbahaya bagi dunia mapan untuk didengar. Bahkan sekalipun diri ini kubakar, itu tak akan pernah membuat mereka sadar.

Dunia ini adalah sekumpulan orang tuli, tak pernah tahu mereka telah kehilangan kicau burung bernyanyi. Tak mampu mendengar jeritan saudara - saudaranya yang menderita terinjak mereka yang punya kaki.

Dunia ini adalah rombongan orang buta, tak bisa melihat ketidakadilan di hadapannya. Tak pernah sadar bahwa mereka berputar-putar pada tempat yang sama.

Dunia ini sedang berpesta, dan aku adalah seorang tamu yang sengaja alpa.

**Perang (p.74-74) - Rama Wirawan


dan ketika kamu bertanya, apa yang kulihat pada kerangka baliho tua?
maka aku akan menceritakan kisah, apa jadinya dunia jika kita melihatnya dari atas sana.

4 comments:

ramacreebo said...

akhirnya jadi yang pertama ngasih komen...hehehe
gak ngerti dee *lagi dung-deng-dong; oon*
btw perumpamaannya pas.

venus said...

iya nih gw juga ga ngerti..terlalu nyastra untukku yang ga nyastra,hehehe...salam buat mars kalo ketemu ya deeew...;)

venus said...

dew dew..aku link boleh ya? thanx :)

dirac said...

Hmmm...aku suka coretan nyang ini. Btw, ini cuplikan dari buku kah? Who is Rama Wirawan anyway?