Wednesday, January 11, 2006

tentang dua hari

.....
+ kebersamaan itu bukan selalu atas dasar persamaan. yang lebih penting lagi, kompromi.
.....


ternyata, menghabiskan dua hari liburan dengan hal-hal 'biasa' tidak terlalu buruk. yah, bangun pagi-bersihin rumah-masak-nonton tivi-cuci baju-setrika-tidur siang-nonton tivi lagi-maen ma ponakan2-jalan ke mall-nonton-tidur lagi. melepaskan diri dari pekerjaan, dari kesibukan-kesibukan, dari jadwal-jadwal dan melakukan hal2 secara spontan, dan yang paling penting, melepaskan diri dari internet dan blog. huehehe, yang ini nih yang paling susah. beberapa kali tergoda untuk setor muka ke warnet deket rumah. tapi, ohh..no, berkali kali saya pun harus membisikkan,ayolah dew..ayo, ini cuman 2 hari, kamu pasti bisa!!!

dan hasilnya? saya sukses nonton chicken little plus king kong, dan sukses untuk membersihkan kamar dari satu-bulan-cucian-belon-disetrika *aduhh..saya ini pemalas sekali, sukses mendapatkan 2 pasang high heels, sukses menyelesaikan [lagi] Memoirs of Geisha sebagai bekal untuk nonton filemnya yang bentar lagi akan diputer, dan sukses untuk membuat satu panci gulai kambing, hihi.

lebaran, jauh dari orang tua, dan sebagai anak bontot, sudah sepantasnya bila harus silaturahmi ke rumah kakak. kakak2 saya itu orang2 yang sebenarnya asyik. tapi kadang mereka bisa jadi sangat menyebalkan. ritual lebaran dan acara ngumpul2 kadang perlu persiapan mental, terutama musti siap terjajah secara emosional, huehehe. candaan2 kadang bisa sangat menohok tepat sasaran. yah semisal seperti kata2 diatas itu. obrolan ringan bisa jadi berat klo udah ngeyel2-an masalah2 prinsipil.mereka sudah terlalu paham dengan adeknya yang 'sedikit' keras kepala ini. sedangkan menurut mereka, saya hanya perlu sedikit kompromi. kemungkinan untuk menemukan orang yang bisa mengerti kita dan bisa kita mengerti itu kecil, tapi bukan berarti semua harus selesai begitu saja. yang diperlukan adalah kompromi, bagaimana meng-kompromikan perbedaan2 yang ada, menjembataninya, dan menjadikan apa yang berbeda itu sebagai sesuatu yang unik. bagaimana menghargai, dan mencoba untuk sesekali mengalah. kita tak selalu bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi sebenarnya Tuhan sudah memberikan apa yang kita butuhkan. bla bla bla. yang kalau saya pikir, memang tak sepenuhnya salah.

dan 2 hari itu, berakir di cineplex21. nonton chicken little ma rani, keponakan saya yang baru berumur 4 taon, menikmati popcorn, dan sekotak susu coklat ultra. big movie. ceritanya sederhana, cuman soundtrack nya bagus2. keesokan harinya pun sama, duduk sendirian, terpisah jauh dari partner of crime saya, ayu, menikmati 3 jam nonton kingkong. efek ma sound nya bagus, cuman ceritanya..terlalu menghayal dan ga masuk akal. tapi, memang saya toh tidak menaruh ekspektasi muluk2 ke film2 seperti ini. hanya ingin sedikit bersenang-senang.

kingkong. chicken little. gulai kambing. sate. rani. ayu. kopi.
memoirs of geisha. cosmopolitan. asinan bogor. superhero.
kompromi. eh, kompromi yah?
ya, ya..kompromi.
kompromi.
kompromi.

1 comment:

Demarco said...

Halahhhhhh...

Kok masih nyangkut tentang Superhero sih..