Tuesday, January 24, 2006

tentang fleksibilitas

weekend kmaren, saya lagi-lagi menghabiskannya dengan beberapa teman, seperti biasa nongkrong2 ga jelas. awalnya seh mo uprek2 antivirus buat kompi kantor yang beberapa hari sebelumnya tanpa sengaja saya hapus *ah, akibat iseng! dan saya enggan bilang ke tehnisinya, jadi saya berniat untuk mengistallnya lagi dengan diam2, hehe*. eh, sampe di kost temen, yang notabene adalah cowo smua, akhirnya malah memutuskan untuk cari makanan. biasalah, anak kost, cowo smua, kmungkinan kecil untuk memasak. dan berakhirlah kami di warung sate gule deket pasar tradisional.

ga ada yang istimewa sampe akhirnya ada percakapan antara saya dan mereka ke arah yang sedikit lebih penting,

.....
+ mau sampe kapan begini terus?
- begini..apanya?
+ yah gini, nongkrong2, cangkruk2 ga jelas, istilahmu..bersenang-senang.
- ohh..itu?! sampe waktunya aku musti melakukan hal laen.
+ kapan itu?
- ga tau. tapi yang jelas pasti akan tiba jika emang sudah waktunya.
+ haha, yakin?!
- yakin. dan selama itu belum tiba, kita nikmatin ajah yang ada.
+ yang ngomong ini sapa seh? trus, yang kmaren ngomong itu siapa?
- hahaha, dewi lah.
+ jadi yang kmaren itu dah ga berlaku? knapa?
- hihih, klo kmaren aku ngomong gitu, dan sekarang ngomong gini, ini yang disebut proses pendewasaan diri.
.....


yang saya dan teman saya maksudkan dengan pembicaraan sebelumnya adalah tentang target saya ini, yang bisa juga dibilang setengah maksa. hehehe. maklumlah, mereka juga sempat menjadi tempat saya nyampah dan berkoar2 tentang hal itu. dan reaksi mereka saat itu? cuman geleng2 kepala. huh.

saya sering tuh seperti itu. merevisi sebuah keputusan, dan mengubah haluan ke keputusan yang laen. hihihi. plin plan? mungkin. tapi saya tidak menyebutnya demikian. saya termasuk salah satu orang yang sangat fleksibel dengan yang namanya rencana. jika rencana itu saya kira sudah tidak sesuai, yah..ganti dengan rencana baru ajah atau sedikit membelokkan dari rencana awal. tapi biasanya saya usahakan, perubahan itu ke arah yang lebih baek.

dalam berfikir pun kadang sama. pola pikir saya berubah-ubah. bukannya ga punya pendirian, saya hanya berusaha untuk mentolerir smua masukan, input, yang akhirnya membuat saya bisa melihat sesuatu dari sudut pandang yang lebih "baek". belum tentu apa yang kita lihat adalah yang sebenarnya khan?

anehnya, beberapa teman justru bilang saya ini terlalu prinsipil. hahaha. tapi orang yang terlalu kaku pada prinsipnya, hanya akan jadi orang yang picik, kan? dan saya tak mau seperti itu.

coz i know, i need to grow up..

2 comments:

nananias said...

ngga plin plan kok. kalo goalnya mulai keliatan ngag bisa dicapai, jangan diubah goalnya, tapi cara pencapaiannya aja yang diubah. duh ini omongannya mbah siapa ya? ada kok di postingan gue, cari sendiri jah :P

vnuzday said...

Menjadi seorang oportunis kayaknya lebih baik daripada seorang idealis yang keras kepala dan gag bisa melihat kesempatan.
Seorang oportunis selalu bisa melihat peluang yang lebih baik.
*aku baget gitu loh* :D