Sunday, February 19, 2006

tentang pencarian

pagi, minggu, YM, saya dan teman,
.....
- complicated relationship
+ yeah
- lo di dua in?
- kok kasihan gituhh
- bunuh diri ajah.
+ hmm, udah putus kita, gw sruh dia balik ke mantannya
- sedangkan lo masi ngarepin dia??
+ gw sayang banget ma dia
- huh, munaaaaaaaaa!!!
- klo sayang, napa di lepasin?
.....


tak seberapa lama kemudian,
.....
+ eh, gw cabut yaaa
+ dun forget
- apaan?
+ to nyela gw lagi
- i will..of course
- u need my "celaan" to make you strong
.....


hidup sepertinya tak bisa dilepaskan dari hal menye2 and mehek2 kek gini. yang bikin mual, sakit perut, susah tidur dan gejala kejiwaan laennya. klo tidak saya, ya orang laen yang mengalami. c'est la vie...

masalah slalu datang dan pergi, ntah pergi dan akhirnya menghilang begitu saja, pergi dengan meninggalkan kenangan manis, atau pergi dengan masi nyisain luka segar menganga dan masih berdarah-darah. lalu, pada akhirnya akan kembali lagi ke pada kita, mau kita apakan yang tersisa itu. mau tetap bertahan untuk membiarkannya menganga dan berdarah-darah seperti sebelumnya, atau berjuang keras untuk menjahitnya, menyembuhkannya, dan menghilangkan bekasnya.

tapi seperti biasanya, masalah datang slalu di sertai dengan solusi. tergantung pilihan yang diambil, mau menyelesaikan suatu masalah dengan fokus pada masalahnya, atau menyelesaikan masalah dengan fokus pada solusi. tapi ada juga alternatif ketiga, menyelesaikan masalah dengan tidak fokus pada keduanya, dan biarkan solusi itu akhirnya datang dengan sendirinya. hahaha. ya, krn ada suatu masalah yang terlalu compicated sehingga tidak bisa diselesiakan saat itu juga. ada pula masalah yang solusinya, tidak termasuk dari beberapa pilihan jawaban yang disediakan. ada masalah, yang justru akan terselesaikan tanpa melihat apa pokoknya masalahnya, dan apa solusi yang di tawarkan.

bagaimana jika mencoba untuk menyelesaikan masalah, dengan mengalihkan pada masalah laennya? menambah masalah, dengan masalah baru? melarikan diri dari satu masalah ke masalah laen? kira kira begitu. tapi, siapa tau masalah baru itu, menuntun kita, pada satu jalan keluar yang seharusnya. misal [contoh paling gampang] urusan patah hati, tidak lagi perlu dicari apa penyebab patah hati, dan apa yang bisa menyembuhkan patah hati, atau membuatnya kembali. bagaimana klo memulai dengan mencoba beberes kamar, sapa tau diantara tumpukan album lama, ada foto teman kecil yang sekarang sudah menjadi cowo keren sehingga bisa dikecengin? hehe. mungkin juga klo sedang menye menye, menelpon teman baek, tidak untuk mendengarkan advise, tapi justru untuk mendengarkan celaan2 dan mecoba untuk balik mencelanya sehingga kita bisa tertawa? celaan2 yang menguatkan.

karena terkadang, semua bukan lagi tentang birunya lagit, panasnya matahari, hijaunya daun, rintik hujan, kupu yang berterbangan. terkadang, kita harus mengikuti kemana aliran sungai, untuk mengetahu ke laut mana akan bermuara.

semakin bingung yah? ah, saya pun demikian..

9 comments:

rifie said...

Saya melihat celaan itu sebagai becandaan antar teman.. Tapi ada juga celaan yang tidak bisa saya terima eventhough dia itu teman saya. Paling diomongin bla bla bla.. abis itu kembali lagi seperti sedia kala (nyela lagi..)

nananias said...

saya tau kamu ingin berterimakasih kepada saya melalui postingan ini. karena semua celaan saya terhadapmulah kamu menjadi kuat seperti sekarang inih. ahhhh.. sayah emang keren wi! bwahahahahahaha..

well, ada masalah mustinya ada solusi, cuman emang ada yang sibuk menangisi masalah hingga solusinya kabur takut kebanjiran :D

vnuz said...

Apalagi sih yang kau cari, semua sudah dihadapanmu kok, tinggal kamu lebih memperhatikan apa yang telah tersedia untukmu.

Sudah waktunya kamu memikirkan diri sendiri...

Duh... aku kok jadi gag paham dengan komenku sendiri sih...

:D

dewi said...

#rifie: yup..dan diantara celaan2 itu, kadang ada moment yg sangat menyenangkan.. iya khan? ;)

#nana: *injek2 nana* *tendang2 nana* huhhhhhh!!! kesel..kesel..kesellll.. adakah racun yg bisa memudarkan ke pede an mu, na????!?!??! hahhahahha

#vnuz: memikirkan diri sendiri? *wink wink*, meni pedi, beberapa pasang sepatu cantik, dan setumpuk buku, sudah termasuk memikirkan diri sendiri ga ya? :P

snydez said...

kalo nyela diri sendiri gimana ya?..
apakah menjadi kuat apa makin down ;)

dewi said...

#snydez: harusnya seh bikin kuat yah, secara untuk mencela diri sendiri itu kan perlu keberanian dan kekuatan juga *halah*

blue-silence said...

Hehe.. kalo dipajang ga enak yah.. gw kalo liat celaan, kadang sebagai salah satu sarana untuk memperkuat kita sendiri, dan gw paling benci belas kasian kalo gw lg ada problem. Bukan sok kuat, cuma gw hanya mau orang liat gw sebagai orang yg ceria, smile, ga perlu tau apa yg terjadi di belakang gw. iya ga, wi??

gita said...

wi menye menye bole tp cuman 5 menit ajah wokeh...slnjutnya mari berperang, lahan perang kita sudah menanti

didats said...

eh, eh ada apaan sih??

*ngumpet*